7.685 Pegiat Pariwisata Pangandaran Nantikan Bantuan Pemprov Jabar

Faizal Amiruddin - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 13:17 WIB
Pantai Pangandaran
Objek wisata Pantai Pangandaran (Foto: Faizal Amiruddin/detikcom)
Pangandaran -

Sebanyak 7.685 orang pelaku usaha pariwisata di seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran menantikan bantuan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat. Saat ini ribuan pelaku usaha pariwisata itu tengah melakukan verifikasi data, berharap bisa mendapatkan bantuan berupa uang tunai tersebut.

"Nominalnya kami belum tahu, yang jelas bantuan tunai. Dan saat ini baru saja selesai rapat koordinasi dengan semua perwakilan kelompok usaha pariwisata dan langsung dilakukan verifikasi atau pendataan," tutur Ketua BPC PHRI Pangandaran Agus Mulyana, Jumat (30/7/2021).

Dia mengatakan semua pelaku usaha pariwisata mulai dari karyawan hotel, pedagang kaki lima, tour guide, penyewaan sepeda dan lainnya diberi kesempatan untuk mengajukan bantuan tersebut. "Memang banyak, 7.685 orang itu bukan hanya pelaku usaha di pantai Pangandaran saja, tapi mencakup semua objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran. Kan untuk pegawai hotel saja sudah ada 2.000 orang belum yang lainnya," kata Agus.

Dia berharap pemberian bantuan ini bisa berjalan lancar atau semua pihak yang benar-benar pelaku usaha pariwisata dan terdampak pandemi COVID-19 bisa terakomodasi bantuan tersebut. Dengan demikian rencana pemberian bantuan ini tidak menimbulkan konflik atau permasalahan baru. "Mudah-mudahan lancar, semua kebagian," kata Agus.

Selain itu menurut Agus, sejauh ini para pelaku usaha pariwisata di Pangandaran telah berkomitmen untuk tidak ikut-ikutan aksi mengibarkan bendera putih seperti di daerah lain. Menurut Agus, aksi di daerah lain sudah cukup mewakili apa yang dirasakan oleh seluruh pelaku usaha pariwisata di Indonesia.

"Kita nggak ikut-ikutan mengibarkan bendera putih. Kita fokus kepada substansi permasalahan. Bahwa akar masalah dari situasi sulit ini adalah pandemi COVID-19, jadi lebih baik kita ikut membantu pemerintah melawan pandemi. Karena kalau situasi sudah normal, Pangandaran sudah zona hijau lagi, pasti semua juga akan kembali beroperasi," ucapnya.

Alih-alih mengekspresikan kekecewaan dengan bendera putih, pelaku usaha pariwisata di Pangandaran lebih memilih mengusahakan agar bisa menerima bantuan dari pemerintah serta bersama-sama mengikuti langkah-langkah melawan pandemi COVID-19. "Kami komitmen akan mendukung program pemerintah dalam menekan kasus COVID-19," ujar Agus.

(bbn/bbn)