RS Masih Kekurangan Oksigen, Pemkab Bandung Barat Berupaya Cari Bantuan

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 16:05 WIB
Close-up of medical oxygen flow meter  shows low oxygen or an nearly empty tank
Foto: Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/Toa55).
Bandung Barat -

Kelangkaan oksigen medis di sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terjadi sejak beberapa pekan belakangan hingga saat ini belum juga teratasi.

Padahal, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sudah mendapatkan bantuan suplai oksigen dari Pemprov Jawa Barat sebanyak 57 tabung dengan kapasitas tiap tabungnya sebanyak 6 meter kubik.

Ketua Satgas Oksigen dan Pemakaman Pemda KBB Maman Sulaeman mengatakan kekurangan tersebut terjadi lantaran kebutuhan oksigen di satu rumah sakit rujukan COVID-19 dalam sehari mencapai 300 meter kubik.

"Kita dapat bantuan dari Pemprov itu 57 tabung, dan itu sudah kita distribusikan ke tiga RSUD di KBB dengan masing-masing menerima 19 tabung. Tapi tetap masih kurang," ungkap Maman kepada wartawan, Kamis (29/7/2021).

Untuk mengatasi kelangkaan pasokan oksigen tersebut pihaknya sudah mengajukan lagi bantuan ke Pemprov Jabar yang baru saja mendatangkan oksigen cair atau liquid oxygen dari Palembang.

"Saat ini Pak Gubernur (Ridwan Kamil) sedang mendatangkan liquid dari Palembang. Jumlahnya hampir 2 juta ton untuk kebutuhan di seluruh Jabar dan kita sudah mengajukan juga biar dapat jatah bantuan lagi," tutur Maman.

Saat ini pihaknya sedang mengebut penyelesaian tempat penampungan oksigen yang lokasinya dipusatkan di RSUD Cikalongwetan.

"Yang penting itu kesiapan daerah ada apa tidak tempat untuk menampungnya. Untuk KBB kita ada di RSUD Cikalongwetan, hanya belum selesai dan targetnya untuk segera selesai dalam minggu ini," jelas Maman.

Jika pasokan oksigen tersebut sudah diterima nantinya bisa langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan oksigen di setiap rumah sakit terutama di RSUD Cikalongwetan yang dijadikan sebagai pusat perawatan pasien COVID-19 di Bandung Barat.

"Nanti otomatis tiap kamar (isolasi) itu sudah ada oksigennya, pasien tinggal pakai saja. Jadi dari sekitar 100 kamar yang disediakan, semuanya ada oksigennya," pungkas Maman.

(mso/mso)