Pemkot Cimahi Terjunkan 1.700 Relawan Jadi Tracer Kontak Erat COVID-19

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 15:44 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Foto: Ilustrasi (Getty Images/loops7).
Cimahi -

Pemerintah Kota Cimahi melibatkan sebanyak 1.700 orang dari kalangan tim penggerak PKK, Posyandu, Posbindu, Karang Taruna, tingkat RT dan RW di setiap kelurahan sebagai relawan tracing atau penelusuran kontak erat pasien COVID-19.

Pelibatan relawan dari kalangan masyarakat tersebut menindaklanjuti program dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang juga melibatkan tim penggerak PKK dan Pramuka untuk melakukan percepatan tracing kontak erat.

"Untuk tracing kasus COVID di Cimahi kita sudah mendata sebanyak 1.700 orang relawan. Semuanya sudah terdata di PKK," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Cimahi Muhamad Dwihadi Isnalini kepada wartawan, Kamis (29/7/2021).

Dwi menyebut tugas relawan tracer yang direkrut sebatas mencari kontak erat dari pasien positif COVID-19 berdasarkan hasil PCR. Lalu untuk melakukan edukasi terhadap mereka yang diarahkan melakukan isolasi mandiri.

"Jadi mencari kontak erat, itu tugas mereka. Nanti kontak eratnya diserahkan dan dilaporkan ke nakes di puskesmas. Jadi enggak sampai melakukan tes antigen," tutur Dwi.

Selain merekrut relawan, pihaknya juga menyiapkan sebanyak 63 orang tracer dari puskesmas dan kelurahan. Nantinya mereka akan fokus pada pelaksanaan tes COVID-19 terhadap kontak erat.

"Untuk yang tracer dari puskesmas dan kelurahan akan disiapkan 63 orang. Tapi tugasnya beda dengan yang relawan PKK. Mereka ini yang akan testing COVID-19 terhadap kontak erat yang dilaporkan tracer PKK," kata Dwi.

Dwi mengatakan sejauh ini pelaksanaan tracing, testing, serta vaksinasi COVID-19 di Kota Cimahi berjalan sesuai target yang dicanangkan. Kendati beban kerja nakes di lapangan jadi dua kali lipat, namun hal tersebut tak menjadi kendala.

"Dengan dua beban yang dicanangkan Pemprov Jabar soal vaksinasi dan testing harian, Alhamdulillah tidak terganggu dan sejauh ini berjalan lancar. Target tes harian dan vaksinasi tercapai. Misalnya untuk vaksinasi itu 300 per puskesmas. Kalau untuk tracing itu 15 orang dari setiap pasien yang positif. Semuanya tercapai juga," ujar Dwi.

(mso/mso)