Berkas Perkara Tersangka Korupsi Bansos KBB M Totoh Dilimpahkan ke JPU

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 15:42 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung Barat -

Berkas perkara Mohamad Totoh Gunawan, seorang pengusaha yang jadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan barang tanggap darurat COVID-19 pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tahun 2020 dinyatakan sudah lengkap.

Totoh merupakan pemilik PT Jagat Dir Gantara (PT JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) yang diduga berkongsi dengan Bupati Bandung Barat non aktif Aa Umbara Sutisna dalam pengadaan sembako Bansos COVID-19 di Bandung Barat.

Dalam dugaan perkara korupsi tersebut Aa Umbara Sutisna juga ditetapkan sebagai tersangka. Satu nama lain yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK yakni Andri Wibawa, pihak swasta yang tak lain merupakan anak dari Aa Umbara.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan setelah melakukan tahapan penyelidikan dan penyidikan KPK berhasil mengumpulkan bukti berupa berkas-berkas pendukung tersangka M Totoh Gunawan. Selanjutnya KPK akan menyerahkan tersangka beserta barang bukti kepada tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Hari ini dilaksanakan Tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) dengan Tersangka MTG dari Tim Penyidik dan kepada Tim JPU karena berkas perkara dimaksud telah dinyatakan lengkap," ungkap Ali Fikri melalui keterangan tertulisnya seperti diterima detikcom, Kamis (29/7/2021).

Setelah dilakukan penyerahan tersangka dan berkas perkara tersebut Tim JPU akan melakukan penahanan selama 20 hari ke depan terhadap tersangka M Totoh Gunawan.

"Penahanan dilanjutkan oleh Tim JPU selama 20 hari ke depan, terhitung 29 Juli 2021 sampai dengan 17 Agustus 2021 di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur," tutur Ali.

Selanjutnya Tim JPU segera menyusun surat dakwaan untuk melimpahkan berkas perkara ke meja hijau. Dalam waktu 14 hari kerja, Tim JPU segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor.

"Persidangan akan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Bandung," kata Ali.

Hingga saat ini, KPK masih mengumpulkan berkas atau bukti-bukti pendukung tersangka lain yakni Bupati Bandung Barat non aktif Aa Umbara. "(Berkas AUS) masih dalam penyidikan," sebut Ali.

Kasus dugaan korupsi bansos tersebut bermula pada Maret 2020 di mana Pemkab Bandung Barat menganggarkan sejumlah dana untuk penanggulangan pandemi COVID-19 dengan melakukan refocusing anggaran APBD tahun 2020 pada Belanja Tidak Terduga (BTT).

Kemudian pada bulan April 2020, diduga ada pertemuan khusus antara Aa Umbara dengan M Totoh Gunawan. Pertemuan itu membahas keinginan dan kesanggupan M Totoh Gunawan untuk menjadi salah satu penyedia pengadaan paket bahan pangan (sembako) pada Dinas Sosial KBB.

Totoh diduga meraup untung dari hasil korupsi Bansos COVID-19 ini sebesar Rp 2 miliar, sementara Aa Umbara diduga telah menerima uang sejumlah sekitar Rp 1 miliar dan anaknya Andri Wibawa diduga menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp 2,7 miliar.

(mud/mud)