Diperiksa KPK Kaitan Kasus Korupsi Aa Umbara, Hengky Kurniawan Tak Ngantor

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 15:14 WIB
Hengky Kurniawan punya pesan untuk penerima vaksinasi COVID-19 di Bandung Barat
Foto: Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan (Whisnu Pradana/detikcom).
Bandung Barat -

Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan tak masuk kantor usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat (KBB) tahun 2020.

Hengky diketahui menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara yang menyeret nama Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara Sutisna di Kantor KPK Jalan Kuningan Persada Kavling 4, Jakarta, Selasa (27/7/2021).

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pimpinan Pemerintahan Daerah Kabupaten Bandung Agus Ganjar Hidayat menyebutkan Hengky tak masuk kantor, Rabu (28/7/2021).

"Belum mendapatkan agenda kegiatan pimpinan dari sekretaris pribadi (sekpri). Sepertinya bapak (Hengky) ada di rumah dinasnya," ungkap Agus kepada wartawan.

Agus mengatakan jika sehari sebelumnya Hengky juga tak berkantor dan absen dari kegiatan kedinasan di wilayah Bandung Barat. Dia menyebut Hengky menjalani dinas luar daerah ke Jakarta.

"Kemarin bapak memang ada perjalanan dinas ke Jakarta. Untuk kegiatan di Jakarta, beredar di media memang betul bapak kemarin memenuhi panggilan dari KPK," kata Agus.

Sementara itu Plt Juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan dalam pemeriksaan tersebut Hengky dimintai keterangan oleh penyidik KPK terkait kasus korupsi yang melibatkan Aa Umbara Sutisna.

"(Hengky Kurniawan) diperiksa sebagai saksi untuk Tsk AUS dan kawan-kawan," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

"Yang bersangkutan hadir dan didalami pengetahuannya, antara lain mengenai dugaan adanya perencanaan dan pembahasan bersama dengan Tsk AUS terkait dengan bantuan Bansos dalam pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid 19 pada Dinsos Pemkab Kabupaten Bandung Barat tahun 2020," kata Ali menambahkan.

Sekadar diketahui, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Bansos COVID-19 itu KPK sudah menetapkan tiga tersangka yakni Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara Sutisna dan anaknya Andri Wibawa, kemudian Totoh Gunawan dari pihak swasta. Ketiganya kini masih ditahan dalam rangka penyidikan.

KPK menduga Aa Umbara terlibat konflik kepentingan dalam pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020

Aa Umbara disangkakan menerima uang sejumlah Rp 1 miliar. Sedangkan M Totoh Gunawan diduga telah menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp 2 miliar. Lalu Andri diduga menerima keuntungan sekitar Rp 2,7 miliar.

Lihat juga video 'Ombudsman Beberkan Kronologi Dugaan Penyisipan Pasal TWK KPK':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)