20 TKI Cianjur Berangkat Ilegal, Disnakertrans: Sulit Mendeteksi

Ismet Selamet - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 18:01 WIB
TKW asal Cianjur diduga disiksi majikan di Arab Saudi
Postingan soal TKW Cianjur diduga disiksa majikan (Foto: Ismet Selamet)
Cianjur -

Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan Kabupaten Cianjur mencatat selama pandemi COVID-19 tahun ini ada puluhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kota Santri yang berangkat secara ilegal.

Ketua Astakira Kabupaten Cianjur Ali Hildan mengatakan selama periode Januari hingga Juli 2021 pihaknya menerima 80 aduan TKI bermasalah di Arab Saudi. Bahkan sekitar 25 persennya merupakan TKI yang berangkat di periode 6 bulan terakhir atau saat masa pandemi tahun ini.

"Ada sekitar 25 persen dari laporan masuk ke kami atau sekitar 20 kasus yang merupakan TKI bermasalah yang berangkat di tahun ini," kata Ali, Rabu (28/7/2021).

Menurutnya, para TKI tersebut diberangkatkan secara ilegal oleh oknum sponsor atau perusahaan pemberangkatan TKI. "Dipastikan ilegal, karena masih moratorium dan di tengah pandemi COVID-19," ujarnya.

Ali menjelaskan para TKI tersebut tetap bisa berangkat lantaran sudah terbentuk jaringan pemberangkatan secara ilegal. Bahkan mereka mampu membuat dokumen bagi calon TKI.

"Caranya dengan memberangkatkan mereka menggunakan visa ziarah. Tapi yang perlu disoroti bukan hanya terkait visanya, tapi pembuatan dokumennya," ucapnya.

"Ini perlu jadi perhatian semua pihak, karena kalau tidak diberantas pemberangkatan ilegal tetap banyak. Apalagi karena pandemi ini, banyak yang butuh uang dan rela berangkat meski ilegal," ujar Ali menambahkan.

Kepala Bidang Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Disnakertrans Cianjur Ricky Ardi Hikmat menjelaskan pihaknya sulit melacak praktik pemberangkatan TKI secara ilegal. Namun, Disnakertrans terus berupaya mencegah dengan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Selain itu, pemerintah di tingkat desa juga akan dilibatkan untuk mencegah warganya jadi TKI melalui jalur nonprosedural. "Kita biasanya baru tahu ada yang berangkat secara ilegal setelah bermasalah dan ada laporan. Sulit mendeteksi yang berangkat ilegal ini. Tapi kita upayakan pencegahan, tidak hanya sosialisasi langsung tapi juga melalui media sosial," tutur Ricky.

(bbn/bbn)