Tinggal 4 Kecamatan yang Masih Zona Merah COVID-19 di Garut

Hakim Ghani - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 15:29 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Garut -

Pemkab Garut mengklaim penyebaran COVID-19 mulai menurun dampak dari PPKM. Saat ini, hanya ada 4 kecamatan yang berstatus sebagai zona merah di Garut.

Seperti dilihat dalam data level kewaspadaan tingkat kecamatan terbaru yang dirilis oleh Pemda Garut, Selasa (27/7/2021). Mayoritas kecamatan di Garut saat ini masuk zona oranye penyebaran virus COVID-19.

Tercatat, ada 29 kecamatan yang berstatus zona oranye, yakni Garut Kota, Karangpawitan, Wanaraja, Banyuresmi, Samarang, Pasirwangi, Leles, Kadungora, Leuwigoong, Cibatu, Kersamanah, Malangbong, Karangtengah, dan Bayongbong.

Serta Cilawu, Cisurupan, Singajaya, Cihurip, Banjarwangi, Pameungpeuk, Cisompet, Cikelet, Cibalong, Mekarmukti, Pakenjeng, Cisewu, Pamulihan, Limbangan dan Selaawi.

Sementara 9 kecamatan lainnya, yakni Sucinaraja, Sukawening, Cigedug, Sukaresmi, Cikajang, Peundeuy, Caringin, Talegong, dan Cibiuk berstatus zona kuning. Dari 42 kecamatan yang ada, saat ini hanya 4 kecamatan saja yang tergolong ke dalam zona merah, yaitu Pamulihan, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul dan Bungbulang.

Data itu merupakan hasil pemantauan tim Satgas COVID-19 periode 19 hingga 25 Juli 2021. Tingkat kerawanan penyebaran COVID-19 per kecamatan yang ada di periode ini jauh berubah dibanding periode sebelumnya yang mencatat 12 kecamatan berstatus zona merah, 8 zona kuning dan sisanya zona oranye.

Kadis Kesehatan Garut Maskut Farid mengatakan terjadi penurunan angka penambahan kasus dan bed occupancy rate selama PPKM Darurat lalu.

"BOR turun, angka positif turun. Semua turun hampir 50 persen. Tapi yang masih tinggi adalah positivity rate," kata Maskut.

Sementara itu, sesuai instruksi pemerintah pusat, Kabupaten Garut sendiri saat ini menerapkan PPKM Level 3. Dalam pelaksanaan PPKM Level 3 yang dilakukan oleh Pemda Garut, ada sejumlah kebijakan yang diubah. Di antaranya tidak ada penyekatan.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, dalam PPKM Level 3 yang berlaku hingga Senin (2/8), penyekatan ditiadakan dan diganti dengan rekayasa lalu lintas.

"Konsep untuk implementasi PPKM Level 3 di Garut ini, tidak ada penyekatan. Tapi diubah menjadi rekayasa lalu lintas dengan konsep yang namanya pembentukan kawasan patuh protokol kesehatan," kata Wirdhanto, Selasa (27/7/2021).

Petugas gabungan nantinya akan memantau protokol kesehatan di tempat-tempat ramai yang sudah ditentukan. Salah satunya adalah di kawasan Pengkolan, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota.

"Kawasan patuh prokes ini akan kita dirikan selayaknya kawasan tertib lalu lintas. Tapi, nanti kita pakai peraturan bupati. Di mana dalam kawasan ini nanti akan didirikan pos pantau prokes COVID-19," katanya.

Meskipun tidak ada penyekatan, Wirdhanto memastikan petugas akan memantau setiap warga Garut yang masuk ke pusat keramaian. Petugas juga akan menutup sementara waktu pusat perkotaan, jika nantinya ditemukan ada kerumunan.

"Nanti kalau ada situasi kontigensi, kalau misalkan di dalam lokasi tersebut itu ternyata penuh dan kemudian menimbulkan kerumunan, ada langkah kontigensi. Yaitu dengan melakukan penyekatan kembali di waktu tersebut untuk menghindari kerumunan jadi bertambah," tutup Wirdhanto.

(mso/mso)