Panglima TNI Tinjau Rumah Sakit dan Si Jalak Harupat untuk Pusat Isolasi

Muhammad Iqbal - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 18:28 WIB
Panglima TNI pantau Wisma atlet si jalak harupat
Foto: M Iqbal
Bandung -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau Rumah Sakit Al - Ihsan Baleendah dan Wisma Atlet Si Jalak Harupat, Sabtu (24/7/2021) sore. Hadi ingin memastikan kesiapan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 pasca Idul Adha.

"Seperti rekan-rekan ketahui bersama bahwa kasus aktif di Indonesia masih cukup tinggi. Oleh karena itu, seluruh komponen harus bekerja bersama sama secara serius untuk menangani pandemi COVID 19," ujar Panglima TNI dalam jumpa pers di Gedung Wisma Atlet Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Ia menjelaskan bahwa setiap elemen masyarakat harus belajar dari terjadinya lonjakan kasus COVID-19 pasca Idul Fitri. Oleh karena itu, ia pun ingin memastikan kondisi fasilitas kesehatan di setiap daerah siap menghadapi lonjakan pasca Idul Adha.

"Oleh karena itu, kita antisipasi, setelah idul adha ini, kita harapkan kasus aktif tidak melonjak seperti pasca lebaran," tegasnya.

Ia menuturkan, ada beberapa langkah yang harus dilakukan secara serentak untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Di antaranya, memperbanyak tes kepada kontak erat dari pasien yang terinfeksi COVID-19.

Dengan begitu, dapat meningkatkan Herd Immunity dan memberikan rasa aman di tengah masyarakat.

"Kedua vaksinasi, ketiga kita akan lakukan pembagian obat. Kemudian dari itu juga, kita menyiapkan tempat isolasi mandiri," ungkapnya.

"Semua bisa berjalan baik, sesuai dengan apa yang kita lihat. Termasuk ruang ICU, itu juga sudah ditambah jumlahnya," tambahnya.

Ia sangat berharap, angka positif rate di Indonesia dapat menurun. Meski demikian, sebut Hadi, pemerintah mempersiapkan rencana terburuk apabila kasus mengalami lonjakan pasca Idul Adha.

"Dengan kesiapan ini, dan vaksinasi yang terus menerus, dan tracing yang terus menerus dan vaksin. Harapan kita adalah positif rate turun di wilayah Bandung, kalau positif rate turun, maka angka positif bisa kita tekan hingga angka paling rendah," ungkapnya.

"Namun kesiapan terburuk kita sudah ada, apa itu, adalah isolasi terpusat, atau disingkat Iso T," pungkasnya.

(ern/ern)