Salut! Rumah Makan di Kuningan Sebar 1.000 Paket Nasi Khusus Nakes

Bima Bagaskara - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 22:38 WIB
Rumah makan di Kuningan bagikan 1.000 paket makan untuk nakes
Rumah makan di Kuningan bagikan 1.000 paket makan untuk nakes (Foto: Bima Bagaskara)
Kuningan -

Meski tengah mengalami penurunan omzet akibat larangan makan di tempat selama masa PPKM, Rumah Makan Tamkot Kitchen di Kabupaten Kuningan justru menyediakan makan gratis. Paket makanan gratis itu disediakan dan dibagikan khusus kepada tenaga kesehatan (nakes) dan petugas garda terdepan lainnya yang menangani kasus COVID-19.

Manager Tamkot Kitchen Hendra Priatna mengungkapkan pihaknya menyediakan 1.000 makanan gratis berupa paket nasi kemasan kotak dengan menu andalan. Semua menu itu dimasak mendadak dari dapur Tamkot Kitchen yang berlokasi di Ruko Timur, Taman Kota Kuningan.

"Alhamdulillah kami menyediakan 1.000 kotak yang akan diberikan gratis untuk nakes dan petugas garda terdepan lainnya yang ada di Kabupaten Kuningan," kata Hendra, Jumat (23/7/2021).

Menurut Hendra, pemberian makan gratis bagi nakes tersebut dilakukan secara bertahap selama beberapa hari. Tiap harinya, karyawan Tamkot Kitchen menyebar ke sejumlah tempat seperti rumah sakit, puskesmas dan fasilitas kesehatan lain untuk menyerahkan bantuan paket nasi tersebut.

"Kita sehari bagikan 100 kotak, kemarin ke rumah sakit 45, posko vaksin Polres Kuningan. Hari ini ke rumah sakit Wijaya serta kantor BPBD dan Damkar, karena mereka juga garda terdepan penanganan COVID-19," ucapnya.

Masih kata Hendra, aksi memberikan makan gratis itu dilakukan lantaran sejauh ini perhatian bagi nakes dan petugas garda terdepan lain dirasa masih belum sebanding dengan tugas mereka dalam menangani COVID-19.

"Sebagai manusia kita harus saling membantu, karena kita melihat nakes ini mereka bertugas 24 jam istilahnya tapi jarang ada bantuan buat mereka," ucap Hendra.

Di tengah masa PPKM saat ini, lanjut Hendra, omzet penjualan menurun drastis hingga 90 persen lebih. Jika biasanya dalam sehari omzet bisa mencapai Rp 3 juta, sejak larangan makan di tempat karena PPKM ini omzetnya hanya Rp 300 hingga Rp 900 ribu.

"PPKM ini jangan ditanya lagi dampaknya, cuma melayani takeaway saja omzet jelas turun. Penurunan omzet 90 persen, dari Rp 9 juta hanya Rp 900 ribu per hari, bahkan pernah cuma Rp 300 ribu. Tapi untuk aksi ini alhamdulillah ada saja anggarannya, ada yang donasi juga," tutur Hendra

Tonton juga Orang-orang Baik di Tengah Pandemi

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)