Vaksinasi Pengaruhi Tingkat Kematian, Ridwan Kamil Soroti 5 Daerah Ini

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 11:28 WIB
medical
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/show999)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut vaksinasi berpengaruh pada tingkat kematian akibat COVID-19. Di Jabar ada beberapa daerah yang tingkat vaksinasinya rendah.

"Kami juga melaporkan ada korelasi vaksin yang rendah dengan kematian. Jadi kesimpulannya ada daerah-daerah yang vaksinnya rendah tingkat prosentasi kematiannya tinggi dan ada dua daerah Kota Cirebon dan kota Bandung yang persentase vaksinasinya tinggi kematiannya rendah. Jadi ada kota kabupaten di box yang warna merah itu persentase kematiannya tinggi yaitu vaksinasi yang masih rendah," ujar Kang Emil sapaannya saat konferensi pers virtual yang dilihat detikcom dari YouTube Humas Jabar, Jumat (23/7/2021).

Adapun daerah yang tingkat vaksinasinya rendah yaitu Kabupaten Karawang, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Indramayu dan Kota Tasikmalaya.

Sementara itu berdasarkan data yang tercantum dalam Pikobar, kematian di Karawang total sebanyak 1.436 orang, Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 176 orang, Kabupaten Garut sebanyak 697 orang, Kabupaten Indramayu sebanyak 395 orang dan Kota Tasikmalaya sebanyak 362 orang.

Sementara data berdasarkan seminggu terakhir, di Kabupaten Karawang ada sebanyak 193 orang meninggal, Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 2 orang, Kabupaten Garut sebanyak 159 orang, Kabupaten Indramayu sebanyak 38 orang dan Kota Tasikmalaya sebanyak 53 orang.

Namun, kata Emil, secara umum tingkat kematin di Jabar selama PPKM darurat diklaim menurun. Berdasarkan data yang ditampilkan, per tanggal 19 Juli 2021, kematian di Jabar sebanyak 70 orang. Sementara angka kematian tertinggi di Jabar terjadi di awal-awal PPKM yakni pada 11 Juli dengan jumlah 269 orang.

"Kalau ada yang tanya PPKM darurat berhasil? kalau dilihat dari statistik ini saya menyatakan cukup lumayan di awal Puncak kenaikan itu cukup tinggi pada 11 Juli, ke sini ke sini makin turun, mudah-mudahan juga seiring waktu, pesan-pesan Innalillahi di WA kita semakin turun," kata dia.

Menurut Emil, penurunan itu terjadi usai penguatan oksigen dilakukan oleh Pemprov Jabar baik kepada rumah sakit maupun yang tengah menjalani isolasi mandiri.

Emil menambahkan untuk kematian di Jabar laki-laki 50 persen dan perempuan 50 persen. Begitu juga untuk usia 50 persen di atas 50 tahun dan 50 persen di bawah 50 tahun.

Selain itu, Emil menyebut komorbid yang membuat kematian tinggi di Jabar ada tiga jenis penyakit yakni darah tinggi, diabetes dan jantung.

"Jadi ini akan menjadi perhatian kita semua bahwa 3 penyakit besar ini itu mayoritas yang menjangkiti kematian warga-warga di Jawa Barat," ucapnya.

Simak juga Video: Pecah Rekor, Kasus Kematian Covid-19 RI 1.449 Orang

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mud)