Seluruh RS di Bandung Kekurangan Stok Oksigen!

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 11:39 WIB
Close-up of medical oxygen flow meter  shows low oxygen or an nearly empty tank
Ilustrasi tabung oksigen (Foto: Getty Images/iStockphoto/Toa55)
Bandung -

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan tak hanya di Rumah Sakit Imannuel yang kekurangan stok oksigen medis. Dia menegaskan persoalan kurangnya stok oksigen ini hampir terjadi di seluruh rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Bandung.

"Itu kan sebetulnya terjadinya cukup merata di rumah sakit. Jujur sih saya menyayangkan sampai surat itu (dari RS Immanuel) viral ke mana-mana, seolah-olah (tidak ada upaya dari pemerintah). Padahal kita selama ini sampai bikin pokja untuk oksigen," kata Yana di Kantor DKPP, Jalan Arjuna, Kota Bandung, Rabu (21/7/2021).

Selain dari Pemkot Bandung, bantuan tabung oksigen untuk rumah sakit juga datang dari Pemprov Jabar dan pemerintah pusat serta pihak swasta. Yana menilai tersebarnya surat tersebut menimbulkan kepanikan dari berbagai pihak.

"Jadi menimbulkan kepanikan. Ini terjadi merata di rumah sakit, malah dialihkan 90 persen untuk medis dan 10 persen untuk umum. Masyarakat yang sedang isoman dan butuhkan oksigen ini juga kekurangan," ucap Yana.

Dia menjelaskan kebutuhan oksigen medis di rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Bandung memang meningkat. "Karena pernah ada panic buying, tidak seperti normal. Insyaallah ada bantuan seperti dari Krakatau Stell dan lain-lain," kata Yana.

Kondisi Ketersediaan Oksigen di RS

Kekurangan oksigen tidak hanya terjadi di Rumah Sakit Immanuel Bandung saja. Hal itu juga terjadi di Rumah Sakit Keluarga Ibu dan Anak (RSKIA) Bandung.

"Stok oksigen untuk hari ini, datang terus, kalau dihitung tadi sampai sore. Bisa sampai jam 7 malam, tapi kita sekarang masih ngambil dan aman sampai besok pagi," kata Dirut RSKIA Kota Bandung Taat Tagore, Rabu (21/7/2021).

Kekurangan oksigen ini terjadi karena penggunaannya meningkat. Taat mengungkapkan, dalam sehari pengguna oksigen di RSKIA Kota Bandung bisa mencapai 400 tabung ukuran 6 meter kubik.

"Per hari dengan 75 tempat tidur yang kita operasionalkan kira-kira, tergantung alat yang dipakai, kalau alat yang berat-berat ya cepat habis. Rata-rata di 300-400 tabung yang enam kubik," ucapnya.

Dia mengungkapkan untuk RSKIA Kota Bandung merawat 75 pasien positif COVID-19. "Oksigen kita central, pemakaiannya tak hanya COVID-19 saja, walaupun jalurnya diutamakan ke sana ya," kata Taat.

Taat menyebut, meski pihaknya sudah menyiapkan 150 tempat tidur khusus COVID-19, untuk kemampuan oksigen setiap harinya hanya siap untuk 75 tempat tidur.

Sementara itu, Humas Rumah Sakit Immanuel Gideon mengatakan, untuk stok oksigen sudah aman. "Saat ini sudah kembali kondusif, oksigen liquid sudah tersedia kembali sejak kemarin dini hari," ujarnya via pesan singkat.

"Stok pengiriman bisa untuk satu setengah sampai dua hari. Hari ini juga akan ada pengiriman," kata Gideon menambahkan.

(wip/bbn)