Soroti PPKM Darurat, Barudak Majalaya Bandung Curhat Lewat Poster

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 14:42 WIB
Barudak Majalaya Bandung Soroti PPKM Darurat
Pemuda Majalaya Bandung turun ke jalanan sambil membawa poster dengan aneka tulisan menggelitik. Kalimat poster itu menyoroti imbas PPKM Darurat. (Foto: istimewa)
Kabupaten Bandung -

Beragam cara dilakukan warga untuk menyuarakan aspirasi terkait PPKM Darurat. Salah satunya dengan turun ke jalan.

Seperti yang dilakukan barudak kawasan Majalaya di Kabupaten Bandung ini. Mereka turun ke jalanan di Majalaya sambil membawa poster dengan aneka tulisan menggelitik.

Tulisan-tulisan tersebut berbahasa Sunda yang intinya curahan hati mereka akibat dampak PPKM darurat. Dalam fotonya yang diunggah di akun Instagram majalaya.id, mereka terlihat berdiri sambil menggenggam poster tulisan itu.

Adapun poster yang dibawa mereka berbunyi 'geus teu kabeuli baju, beak ku meuli masker jeung hensanitiser!' (sudah tidak kebeli baju, habis sama beli masker dan hand sanitizer). Poster lainnya bertulis 'Aing positif teu boga duit' (saya positif nggak punya uang), 'Rakyat teu lepat, Pemerintah teu lepat, Wios abdi nu lepat mah' (rakyat nggak salah, pemerintah nggak salah, biar saya yang salah), dan 'Tahan dulu ya sayang, PPKM diperpanjang'.

Barudak Majalaya Bandung Soroti PPKM DaruratAksi pamerkan poster berkaitan imbas PPKM Darurat di Majalaya Bandung. (Foto: istimewa)

Kemudian ada juga yang curhat soal berat badan, 'Teu kudu diet, ku PPKM ge turun kiloan' (nggak usah diet, sama PPKM juga turun kiloan). Tulisan lainnya yaitu 'Rek tepi iraha ieu? Geus cape dagang kudu promo wae' (mau sampai kapan ini? Dagang harus promo terus) dan 'Banyak teuing moyan sieun jadi asin jambal (terlalu banyak berjemur, takut jadi asin jambal).

Koordinator aksi Zulfa Nasrulloh mengatakan aksi itu dibuat berdasarkan pengalaman pribadi mereka dan hasil riset kepada masyarakat sekitar. Mereka menggelar aksinya di kawasan Majalaya, Minggu (18/7).

"Kita riset pribadi dulu, terus nyari inspirasi dari warga sekitar. Kebetulan sekre kami di perkampungan," ucap Zulfa via pesan singkat, Selasa (20/7/2021).

Aksi itu melibatkan 10 orang dengan mengambil beberapa titik lokasi di Majalaya. Durasi tiap lokasi 10-15 menit.

Barudak Majalaya Bandung Soroti PPKM DaruratAksi barudak Majalaya Bandung pamerkan poster menyoroti PPKM Darurat. (Foto: istimewa)

Menurut Zulfa, aksi bentangkan poster itu dilakukan guna mencegah kerumunan bila melakukan aksi dengan cara lain. "Bersuara di tengah situasi begini, bagi masyarakat mungkin menemukan kesulitan tersendiri. Ada rasa takut, bingung harus protes ke siapa, putus harapan, dan sebagainya. Padahal keluh kesah itu, meski sederhana bisa diekspresikan di mana aja dan oleh siap saja. Kami pun mencoba memicu ruang berekspresi itu di jalanan. Temanya 'Majalaya Bersuara'," tuturnya.

"Karena menghindari kerumunan, kami bawa papan poster, menulis beragam hal yang kiranya dirasakan rakyat kecil termasuk kami pribadi saat ini. Akhirnya kami menyebar di beberapa titik. Diam. Dan hanya mengangkat tangan menunjukkan suara kami," kata Zulfa menambahkan.

(dir/bbn)