Corona Ngegas, Masjid Raya Bandung Tak Gelar Salat Idul Adha Berjamaah

Whisnu Pradana, Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 13:22 WIB
Sambut Ustaz Somad, Ratusan Orang Bersihkan Masjid Raya Bandung
Foto: Masjid Raya Bandung (dok detikcom).
Bandung -

Masjid Raya Bandung tidak akan menggelar salat Idul Adha berjemaah. Peniadaan salat berjamaah itu dilakukan mengingat kondisi COVID-19 yang masih tinggi.

"Kita mengikuti pemerintah saja. Ditiadakanlah , sunah, jaga kesehatan wajib," ucap Ketua DKM Masjid Raya Bandung Muchtar Gandaatmaja saat dihubungi, Senin (19/7/2021).

Muchtar menuturkan salat Idul Adha hukumnya sunah. Sehingga, dia mengimbau masyarakat untuk mengerjakan ibadah salat Idul Adha di rumah masing-masing.

"Ya untuk jemaah saya tidak akan melarang, cuma saya bertanya saja, kalau masyarakat memahami saja kalau Idul Adha itu wajib apa sunah. sekarang pertanyaannya, jaga kesehatan dan keselamatan itu wajib atau sunah?" katanya.

"Kalau menjaga kesehatan itu wajib, apakah mau memilih wajib apa sunah?" kata Muchtar menambahkan.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Bandung Barat Muhammad Ridwan meminta masyarakat tidak memaksakan menggelar Salat Idul Adha secara berjamaah.

"Kemarin kan sudah disampaikan Pak Bupati dan Gubernur kalau Salat Idul Adha ditiadakan tahun ini, jadi tolong ikuti aturannya dan jangan memaksakan di masjid," ucap Ridwan saat dihubungi detikcom, Senin (19/7/2021).

Namun jika masyarakat akan menggelar Salat Idul Adha di jalan atau lapangan dekat rumah, maka perlu melakukan koordinasi dengan pengurut RT dan RW serta Satgas COVID-19 desa setempat.

"Kalau mau di jalan atau di lapang itu koordinasi dulu saja, kalau bisa jemaahnya juga dibatasi dan wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ucap Ridwan.

Pihaknya juga akan mengikuti aturan pemerintah pusat terkait teknis pelaksanaan pemotongan hewan kurban supaya tidak terjadi kerumunan, termasuk saat pembagian daging hewan kurban.

"Kalau hewan kurbannya hanya satu atau dua silakan saja di masjid, tapi kalau jumlahnya banyak diusahakan bisa di Rumah Potong Hewan (RPH). Nanti dibagikan juga langsung ke rumah biar tidak ada kerumunan," kata Ridwan.

Ridwan menegaskan MUI selalu mengikuti apapun keputusan pemerintah pusat dan pemerintah daerah terutama selama masa pelaksanaan PPKM Darurat kali ini. Pihaknya juga mendorong masyarakat menaati semua aturan yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

"Kita mengikuti aturan dari pemerintah soal PPKM Darurat ini. Masyarakat juga untuk taat sama aturan, ini jadi ikhtiar untuk menekan kasus COVID-19," ujar Ridwan.

(dir/mso)