Pilu Warga Bandung: Hilang Anggota Keluarga-Jual Rumah Gegara Corona

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 14:51 WIB
Zona Merah Corona Jawa Barat Ada Di Mana Saja? Ini Sebarannya
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono/drtikcom)
Bandung -

Lara menghampiri keluarga Evi Sri Rezeki (36) pada Juni lalu. Dua anak tertua dalam keluarga itu berpulang nyaris dalam waktu bersamaan, hanya berbeda beberapa jam di ruang rawat COVID-19.

Bagi keluarga Evi, kekejaman virus ini tak hanya membuatnya kehilangan anggota keluarga, pun rumah toko jualan alat-alat jahit yang menjadi tumpuan keluarga ini selama puluhan tahun terpaksa dilepaskan juga.

"Jadi porosnya keluarga kami kan toko itu. Toko itu menjual alat-alat jahit, obras, dan lain-lain. Toko itu dirintis ayah sejak tahun 1980-an, akan tetapi berlokasi di Nyengseret itu tahun 90-an. Memang kakak-kakak saya sempat bekerja di tempat lain setelah lulus sekolah, tetapi saat ada badai krisis moneter tahun 1998, kedua kakak saya kena PHK," kata Evi saat berbincang dengan detikcom, Jumat (16/7) sore.

Ketika itu, ayahnya mengajak kedua anak tertuanya untuk merintis usaha bersama. Puluhan tahun berlalu, ayahnya kian berumur dan kedua kakaknya itu bisa dipercaya untuk mengelola bisnis keluarga dengan baik, sehingga diputuskan agar bisnis itu dilanjutkan kedua kakaknya.

"Ayah memang mau pensiun, toko itu mau diserahkan kepada kakak yang pertama dan kedua. Tiba-tiba kakak dan Aa saya meninggal, otomatis ayah enggak ada yang bantuin. Kami lima bersaudara, kakak pertama dan kedua laki-laki dan sisanya perempuan. Kami bertiga ini lebih ke bidang menulis, tidak ada yang ikut ke bidang ayah. Kalau pun ada bisnis lain selain menulis, jauh dari bidang yang Ayah geluti," tutur Evi.

Tak mau larut dalam kesedihan, keluarga ini pun kemudian berunding menentukan langkah selanjutnya untuk bangkit kembali. Akhirnya, ditemukan kata sepakat untuk menjual rumah toko tersebut. "Jadinya toko ditutup dan tidak ada yang melanjutkan, jadinya kami memutuskan untuk dijual. Memang kalau dari jaringan sudah terbentuk dan lain sebagainya," ucap Evi.

Rumah Dijual Gegara CoronaRumah milik warga di Bandung yang dijual setelah anggota keluarganya meninggal gegara Corona. (Foto: dok.Eva Sri Rahayu)

Kabar mengenai dijualnya rumah toko tersebut dicuitkan oleh kakak kembarnya, Eva Sri Rahayu di Twitter. Rumah toko tersebut terletak di Jalan Nyengseret 52A, Astanaanyar, Kota Bandung. Di dalamnya terdapat fasilitas tiga kamar tidur, tiga kamar mandi dan garasi.

"Kedua kakak saya merupakan kepala keluarganya masing-masing. memang pasti ada dampak atas kehilangan ini. Tetapi kami upayakan akan mendukung secara moral dan materil dan memastikan agar bagaimana anak-anak kedua kakak kami tidak kehilangan impian, terutama dari segi pendidikan. Memang hidup itu jatuh bangun, tetapi jangan sampai terpuruk, itu yang sedang kita upayakan," kata Evi.

"Ketika sekeluarga itu terkena (wabah), memang secara psikologis kena. Tetapi kami merasa hubungan kami menjadi lebih erat. Rencana ke depannya ayah saya ingin kita berkumpul, mengurus cucu dan mendukung secara moril di tempat yang baru," ucap Evi penuh harap.

Lihat juga Video: Bupati Bogor Akui Masih Banyak Warganya yang Tak Percaya Corona

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)