Kurban Digital Jadi Solusi Berkurban Saat PPKM Darurat

Erna Mardiana - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 18:58 WIB
Nasabah membeli hewan kurban melalui fitur di Mandiri Syariah Mobile dari salah satu kedai kopi di Jakarta, Kamis (16/7/2020).
Foto: Istimewa
Bandung -

Membeli hewan kurban di tengah masa PPKM pandemi COVID-19 jadi terbatas dan sulit. Tapi saat ini muncul tren berkurban online di mana orang yang akan berkurban hanya tinggal memilih hewan kurban yang tersedia hingga dapat laporan pemotongan dan penyalurannya.

"Hanya dengan klik, kita bisa pilih hewan kurban, metode seperti apa yang diinginkan lalu bayar. Memotong banyak step, daripada repot cari-cari sendiri," ujar Head Of Business Development umma Indonesia, Farah Rheina, Kamis (15/7/2021).

Laporan berita acara pemotongan hingga penyaluran pun akan diterima orang yang berkurban dengan jelas melalui email.

Farah mengatakan, tak bisa dipungkiri, situasi pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dikhawatirkan membuat semangat berkurban menurun. Melemahnya kondisi ekonomi akibat pemotongan gaji hingga pengangguran bisa jadi membuat mereka yang mau berkurban merasa berat.

"Program kurban digital ini bisa mengakomodasi mereka yang mau berkurban meski kondisi keuangan terbatas. Seperti di umma, produk kurban digital yang ditawarkan oleh partner-partner beragam, bahkan ada yang menawarkan kurban mulai dari Rp1,4 jutaan," tuturnya.

Sebelas partner yang tergabung dalam program kurban digital di umma ini yaitu Digiternak, Human Initiative, Rumah Zakat, Baznas, kitabisa, ACT, Ruang Insan Berbagi, Rumah Qurban, Inisiatif Zakat Indonesia, Qurban Nusantara dan Digizakat.

Mereka hadir dengan program atau konsep kurban digital yang memiliki kelebihannya masing-masing. Sebut saja, ada yang menyalurkan daging dalam bentuk kalengan, penyaluran untuk anak yatim, penyaluran berdasarkan wilayah, bahkan ada yang menyalurkan kurban ke Palestina.

Apalagi partner-partner 'Segera Kurban' di umma adalah yayasan dan lembaga terpercaya yang kredibilitasnya di bidang kemanusiaan maupun donasi tak perlu diragukan lagi.

(ern/err)