Jenazah COVID-19 Dimakamkan Pakai Plastik Bening, Ini Respons Dinkes KBB

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 16:47 WIB
Jenazah pasien covid di Lembang dibungkus plastik bening
(Foto: Istimewa/Dokumentasi Tim Disinfektan dan Pemulasaraan Jenazah Desa Lembang)
Bandung Barat -

Pasien terpapar COVID-19 di Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang menjalani isolasi mandiri lalu meninggal dunia terpaksa dimakamkan tanpa dimasukkan ke kantong jenazah melainkan dibungkus plastik bening.

Hal tersebut lantaran habisnya stok kantong jenazah sehingga petugas yang mengurus pemulasaraan hingga pemakaman jenazah tersebut terpaksa menggunakan plastik bening agar aman.

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Bandung Barat Wishnu Pramulo Adhi setiap rumah sakit di KBB menyediakan stok peti jenazah dan kelengkapan pemulasaraan jenazah lainnya.

"Setahu saya beberapa bulan kemarin Dinkes KBB sudah menyediakan stok peti jenazah dan kelengkapan, baik plastik wrap dan kantung jenazah," ungkap Wishnu saat dihubungi detikcom, Kamis (15/7/2021).

"Jika ada kematian di luar rumah sakit, maka pihak Satgas desa dan Puskesmas yang sudah dilatih pemulasaraan akan melaksanakan dan meminta peti serta kelengkapan lainnya ke rumah sakit terdekat yang sudah ready stock," kata Wishnu menambahkan.

Pihaknya belum menerima laporan perihal adanya pasien COVID-19 yang isoman di Lembang dimakamkan menggunakan plastik bening.

"Saya kurang paham kenapa hal ini terjadi. Apa kematian tersebut diketahui satgas dan puskesmas atau tidak? Jika stok habis di Lembang, bisa ambil di rumah sakit lain. Semua RSUD di wilayah KBB menjadi tempat penyimpanan peti jenazah beserta kelengkapannya, misalnya RSUD Cililin, Cikalongwetan, dan Lembang. Lebih dekat ambil peti jenazah ke mana," tegas Wishnu.

Wishnu mengklaim sejauh ini pihaknya belum pernah menerima laporan adanya desa yang mengalami kehabisan stok kantong jenazah seperti yang terjadi di Lembang. "Selama ini semua Satgas desa koordinasi dengan puskesmas setempat," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemulasaraan Jenazah COVID-19 Desa Lembang Ade Juhaeri menyebut jika soal jenazah pasien COVID-19 yang dimakamkan menggunakan plastik bening hal itu berawal saat pihaknya menerima laporan seorang warga meninggal dunia.

"Ketika kami menerima laporan warga yang meninggal beberapa hari lalu. Kami segera berupaya untuk menangani setelah adanya pengecekan terhadap jenazah tersebut ternyata positif COVID-19 untuk pengurusan dan mensterilkan jenazah kami mencari kantong mayat. Sehubungan dengan informasi bahwa yang mempunyai adalah pihak puskesmas, ternyata setelah kami menghubungi puskesmas kantong jenazah tidak tersedia," ujar Ade.

Akhirnya sesuai arahan tim medis, jenazah tersebut diamankan menggunakan kantong plastik agar tidak menular pada yang menangani dan masyarakat lain. Sebelumnya, pihaknya sudah mengurus jenazah dengan memandikan dan dikafani.

"Untuk pengamanan sementara, jenazah dibungkus tikar dan memberitahukan masyarakat tidak mendekati jenazah tersebut menunggu steril jenazah," tegas Ade.

Ketua Tim Pemulasaraan Jenazah COVID-19 Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Ade Juhaeri berharap partisipasi dari semua pihak untuk membantu penanganan COVID-19.

"Harapannya kepada semua pihak yang memiliki kewenangan untuk kerjasama menyiapkan kebutuhan apabila ada warga yang meninggal dunia terpapar COVID-19 saat sedang isoman," ungkap Ade

(mud/mud)