Cerita Petugas Makamkan Pasien COVID-19 di Lembang Pakai Plastik Bening

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 11:40 WIB
Jenazah pasien covid di Lembang dibungkus plastik bening
Foto: Jenazah pasien COVID-19 di Lembang dibungkus plastik bening (Istimewa/Dokumentasi Tim Disinfektan dan Pemulasaraan Jenazah Desa Lembang).
Bandung Barat -

Ketua Tim Pemulasaraan Jenazah COVID-19 Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Ade Juhaeri mengakui jika beberapa hari belakangan pihaknya sempat kehabisan stok kantong jenazah.

Akibatnya pasien terpapar COVID-19 di Desa Lembang yang sedang menjalani isolasi mandiri lalu meninggal dunia terpaksa dimakamkan tanpa dimasukkan ke kantong jenazah melainkan dibungkus plastik bening.

"Iya betul kejadiannya itu beberapa hari lalu, jadi ada yang sedang isolasi mandiri lalu meninggal dunia. Keluarganya menghubungi kita untuk diurus jenazahnya. Kita minta arahan ke puskesmas untuk meminta kantong jenazah tapi ternyata tidak ada. Akhirnya diarahkan menggunakan plastik bening," ungkap Ade saat dihubungi detikcom, Kamis (15/7/2021).

"Jadi membungkus jenazah dengan plastik bening itu sesuai arahan tim medis. Intinya kan biar mengurangi risiko penularan ke petugas kita dan ke warga serta keluarganya. Dan memang kondisinya tidak ada kantong jenazah," kata Ade menambahkan.

Tak menunggu terlalu lama, saat ini pihaknya mendapat kabar jika ada sejumlah pihak yang bakal menyumbangkan kantong jenazah untuk pemulasaraan jenazah COVID-19 yang sedang isolasi mandiri di Desa Lembang.

"Alhamdulillah kemarin sudah ada yang menghubungi katanya mau menyumbangkan kantong jenazah. Ya mungkin karena pemberitaannya sudah ramai, jadi ada perhatian. Karena kan sebelumnya kita minta ke sana ke sini juga sulit," tutur Ade.

Tak cuma kantong jenazah, Ade mengatakan ia dan anggota tim pemulasaraan jenazah COVID-19 Desa Lembang membutuhkan lebih banyak Alat Pelindung Diri (APD).

"Ibarat kata kalau di lingkungan itu kan enggak ada yang mau ngurus jenazah yang COVID-19. Nah Alhamdulillah ada tim kita yang mengurus tapi kurang diperhatikan minimal dari APD, itu kan biar tidak terjadi penularan. Jadi dimohon pada pemerintah KBB untuk lebih memerhatikan petugas di lapangan," tegas Ade.

Sejauh ini pihaknya sudah memakamkan sekitar 10-15 orang pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri. Namun untuk yang dimakamkan menggunakan plastik bening baru satu orang.

"Untuk yang isolasi mandiri itu yang meninggal sekitar 10 orang lebih, kalau yang pakai plastik dimakamkannya itu 1 orang. Mudah-mudahan ke depannya tidak ada lagi, karena Insya Allah kita akan dapat bantuan kantong jenazah," pungkas Ade.

(mso/mso)