Hari Ini hingga Jumat Sore Momen Tepat Warga Jabar Perbaiki Arah Kiblat

Wisnu Pradana - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 17:41 WIB
perbaiki arah kiblat di rumah noong lembang
Foto: Whisnu Pradana
Bandung -

Matahari akan kembali melintas tepat di atas Kakbah pada Rabu (14/7/2021) hingga Jumat (16/7/2021). Momen Istiwa A'dham atau Rashdul Qiblah tersebut menjadi saat yang tepat untuk menentukan kembali arahkiblat.

Pengamat Astronomi Imah Noong Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Fahri Ahmad Wijaya mengatakan di Jawa Barat, momen penentuan arah kiblat bakal berlangsung pada pukul 16.27 WIB selama tiga hari, Rabu sampai Jumat (16/7/2021). Momen tersebut juga mencakup semua wilayah di Indonesia yang memiliki tiga zona waktu berbeda.

"Setiap daerah punya arah azimut kiblat masing-masing, tapi untuk Jawa Barat ini penentuannya berlangsung pada jam 16.27 WIB. Biasanya berlangsung antara 5 sampai 10 menit. Jadi waktu penentuan akan berbeda," jelas Fahri kepada wartawan di Imah Noong.

Fahri mengatakan saat ini posisi matahari berada pada azimut 331 setelah dilakukan penghitungan menggunakan qibla finder pada pukul 13.00 WIB. Sementara untuk kakbah berada pada azimut 295.

"Kiblatnya dihitung dari posisi kita, kutub utara ke arah kiblat. Jadi bisa tahu dari titik kita sekarang di sini mengarah ke kiblat itu azimutnya sekitar 295," tutur Fahri.

Penentuan arah kiblat sender bisa dilakukan untuk masjid dan individu. Alat yang digunakan pun cukup sederhana yakni menggunakan benda tegak lurus seperti tongkat. Lalu tarik garis lurus dan dilakukan pada waktu matahari tepat berada di atas kakbah yakni pukul 16.27 WIB.

"Kalau sudah dilakukan, maka nanti garis titik balik bayangannya itulah yang akan menunjukkan arah kiblat. Jadi yang dilihat itu titik balik bayangannya," terang Fahri.

Fahri menyebut penentuan arah kiblat sendiri bukan berarti ada pergeseran pada posisi kiblat sehingga harus dikalibrasi. Namun lebih tepatnya momen tersebut dilakukan untuk memperbaiki arah kiblat di masjid dan rumah yang biasanya terdapat kekeliruan.

"Biasanya bukan mengubah arah kiblat di masjid atau rumah. Jadi banyak juga masjid yang bangunannya tidak mengarah ke kabah tapi sajadahnya yang diarahkan ke kiblat. Nah itu kan riskan pergeseran jadi bisa diperbaiki. Biasanya kesalahan masjid itu kiblat imam sudah benar, tapi shaf di belakangnya bergeser jauh," kata Fahri.

(ern/ern)