Keren! Pria Bandung Ciptakan Baju Vitamin D- Alat Pemurni Udara Anti Corona

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 15:46 WIB
Pria Bandung menciptakan alat pemurni udara anti virus Corona
Pria Bandung menciptakan alat pemurni udara anti virus Corona (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Dikurung oleh pandemi COVID-19 tak menyurutkan tekad Simon Yudistra Sanjaya (57) untuk terus berkreasi. Warga Kota Bandung ini sedikitnya melahirkan lima produk yang berbeda yang tujuannya untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.

Salah satu produk terbaru yang dibidani Simon, ialah alat pemurni udara anti virus dan baju vitamin D. Semua produk-produk itu ia ciptakan dan rangkai sendiri di dalam bengkel rukonya di Plaza Rajawali, Bandung.

Simon mengklaim alat pemurni udara anti virus yang ia ciptakan bisa membunuh bakteri, termasuk partikel COVID-19. Alat yang memiliki tinggi seukuran dada orang dewasa itu dilengkapi dengan lampu ultra violet, exhaust fan dan Hepa Filter 0,1 Mikron.

"Bisa membunuh bakteri dan virus termasuk COVID-19, bisa membuat udara steril, mengusir nyamuk dan menghilangkan bau tidak sedap. Keluar udaranya sudah steril seperti di gunung. Ini kualitasnya karena memakai HEPA Filter 1,0 mikron, itu sama seperti ruang isolasi di rumah sakit," ujar Simon kepada detikcom, Senin (12/7/2021).

Ide membuat alat pemurni udara ini, tutur Simon, berasal dari produk yang ia ciptakan sebelumnya pada tahun 2015. Kala itu, ia membuat pemurni udara dan penghilang bau untuk tempat penyimpanan sampah di bank sampah yang dikelolanya.

"Istri saya mengeluh, bau dan nanti banyak kuman katanya. Saya bikin penjernih udara itu Oktober 2015. Alat ini juga pernah dipamerkan di Balai Kota Bandung. Sesudah itu waktu awal COVID-19," katanya.

Ia pun pernah menyurati Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait alat pemurni udara yang ia ciptakan, tetapi sayangnya tak pernah ada respon dari sekarang. "Di awal COVID-19, bulan Mei tahun lalu saya kirim surat ke gubernur dan pak presiden, tapi tidak ada respons hingga sekarang," katanya.

Meski belum melakukan uji klinis dari lembaga yang bersangkutan, Simon mengatakan alat yang dibuatnya ini pernah diujicobakan di pernikahan anaknya di sebuah hotel di Bandung. "Saya pasang empat alat ini, testimoninya udaranya segar seperti di gunung," katanya.

"Saat itu ada tiga orang undangan dari Jakarta yang baru ketahuan COVID-19, setelah dites di tempat kerjanya. Nah saat itu saya monitoring terus undangan yang lain, ternyata tidak ada yang terkonfirmasi setelah intens yang cek selama beberapa hari," ujarnya melanjutkan.