Disnakertrans Sukabumi Duga Ada Pabrik Tutupi Jumlah Karyawan Terpapar Corona

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 18:27 WIB
Sultan Ingin Jogja Lockdown, Ini Kondisi Kasus Corona di Jogja
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Sukabumi -

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi menduga ada pabrik yang sengaja menutup-nutupi jumlah karyawan yang terpapar COVID-19.

Dugaan itu diungkap Dadang Budiman, Kadis Dinakertrans Kabupaten Sukabumi. Dugaan itu berawal dari adanya informasi Satgas COVID-19 kesulitan mengakses informasi jumlah karyawan pabrik yang terpapar ketika muncul temuan.

"Itulah informasi yang hari ini kita angkat, ada perusahaan yang baik yang berkoordinasi nah ada juga (perusahaan) yang menutup-nutupi (data)," kata Dadang kepada detikcom disela kegiatan sidak sejumlah pabrik, Kamis (8/7/2021).

Terkait dugaan alasan pihak perusahaan yang menutupi data, Dadang menyebut kemungkinan perusahaan merasa takut pabriknya akan ditutup. "Karena takut misalnya kalau ketahuan akan ditutup, misalnya seperti itu," ucap Dadang.

Sidak yang dilakukan tim gabungan, kata Dadang, berawal dari adanya temuan karyawan pabrik yang positif COVID-19. Dadang juga mengungkap ada ketidak singkronan data antara Satgas kecamatan dengan pihak perusahaan.

"Ada ditemukan karyawan pabrik positif COVID-19, sebetulnya ada tim COVID kecamatan dan puskesmas, data ini tidak sinkron. Mungkin barang kali ini kesalahan mungkin kurang komunikasi saja, nah itu mengakui dari pihak PT Yongjin untuk memperbaiki data-data itu, mudah mudahan setelah dapat teguran tadi besok ada sidang tipiring," ujar Dadang.

Hasil sementara Sidak Dadang mengungkap sebagian besar pabrik melanggar prokes. Namun Dadang enggan merinci pabrik mana dan sektor mana saja yang melanggar.

"Sebagian besar kemungkinan pabrik-pabrik yang ada di kabupaten Sukabumi melanggar prokes, untuk Indolakto saya merasa ini paling bagus. kita enggak bisa menunjuk pabrik mana saja yang abai prokes ini karena tadi kepadatan karyawan juga harus ditindak lanjuti. Peraturan PPKM yang terbaru ini harus benar benar cermat karena pembatasannya jelas, harus keras, tegas tapi tidak mematikan perusahaan," ucapnya.

Penampakan Kerumunan di Jam Istirahat Pabrik

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara sebelumnya kepada awak media menyebut berbagai pelanggaran ditemukan di salah satu pabrik garmen di Kecamatan Cicurug.

"Temuan pelanggaran adalah protokol kesehatan yang tidak maksimal, padahal itu sangat penting karena di sini itu bekerja sekitar 5.000 karyawan. Alat-alat pendukung protokol kesehatan seperti, tempat cuci tangan, tempat istirahat karyawan sangat minim. Jadi ada beberapa poin disana yang menjadi temuan kita dan sudah ditentukan bahwa itu semua adalah sebuah pelanggaran," papar Yudha, Kamis (9/7/2021).

Seperti yang diungkap Yudha, pantauan detikcom saat jam istirahat sejumlah karyawan di salah satu pabrik keluar dari dalam gedung berbarengan. Lantas mereka berkerumun di halaman rumput di area dalam pabrik. Sejumlah karyawan duduk bersila di rumput menikmati bekal makan siang, ada juga yang sengaja membeli makanan di area tersebut.

Simak video 'Pabrik Garmen Disidak, Petugas Temukan Pelanggaran PPKM Darurat':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/mso)