RS Rujukan COVID-19 di Jabar Wajib Tingkatkan Kapasitas Tempat Tidur

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 17:39 WIB
Ilustrasi Tenaga Kesehatan
Ilustrasi penanganan pasien COVID-19. (Ilustrator: Fuad Hashim/detikcom)
Bandung -

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mewajibkan seluruh rumah sakit rujukan COVID-19 menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien yang terpapar Corona. Tak tanggung-tanggung, pria yang akrab disapa Kang Emil itu meminta agar rumah sakit harus menaikkan kapasitasnya hingga 60 persen.

"Bahwa minggu ini Jabar mewajibkan seluruh rumah sakitnya menaikkan kapasitas tempat tidur untuk COVID-19, tadi 40 persen, sekarang naik ke 60 persen maksimal," ujar Emil dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/7/2021).

Menurut dia, peningkatan kapasitas tempat tidur ini terus meningkat sejak PPKM Mikro dilaksanakan. Semula dari 20 persen kemudian terus naik hingga ke angka 40 persen karena melihat kedaruratan.

"Kita naikkan 60 persen maksimal. Pada saat 60 persen sudah penuh, tadi diinstruksikan agar gedung negara, hotel, apartemen bisa disewa sebagai tempat pemulihan, seperti Asrilia di Bandung dan Grand Pangestu, dan (gedung) lembaga pendidikan yang bertebaran di Jabar untuk dimanfaatkan," tuturnya.

Kendati begitu, dia kerap menerima curhatan dari para kepala daerah terkait hal itu. Saat infrastruktur siap, tetapi tenaga kesehatan (nakes) belum siap untuk memberikan pelayanan di fasilitas tersebut.

"Nakes kita siapkan, terbagi dua nakes dari sekolah kesehatan yang jumlahnya terbatas dan relawan tenaga kesehatan yang dilatih. Karena kedaruratan, tentunya kita putuskan menerima juga relawan dari pendidikan non-kesehatan," kata Emil.

Emil telah menunjuk seluruh kepala OPD di Jabar untuk menjadi Liaison Officer (LO) untuk 27 kabupaten/kota di Jabar. "Jadi nanti, kalau bupati atau wali kota punya aspirasi harian, bisa meminta kontak langsung ke kepala dinas atau kepala OPD yang ditunjuk menjadi LO provinsi di wilayah masing-masing," ujar Emil.

(yum/bbn)