Langgar PPKM Darurat, 6 Kafe-Restoran di Karawang Ditegur Petugas

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 13:06 WIB
Petugas menegur sejumlah kafe dan restoran yang melanggar PPKM Darurat
Petugas menegur sejumlah kafe dan restoran yang melanggar PPKM Darurat (Foto: Istimewa)
Karawang -

Satgas COVID-19 di Karawang menemukan enam kafe dan restoran yang melanggar aturan PPKM Darurat. Petugas melayangkan surat peringatan terhadap pengelola.

Wakil Ketua 2 Satgas COVID-19 Karawang, Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo mengatakan sejak patroli PKKM Darurat malam pertama, ada 6 kafe dan restoran melanggar aturan dan dikenakan sanksi SP 1.

"Saat malam pertama PPKM Darurat, kami bersama Bupati, Kapolres, dan petugas melakukan patroli malam, dan didapati 6 kafe, restoran, diberikan tindakan SP 1, karena melanggar aturan PPKM Darurat, dengan masih membuka melewati jam pemberlakuan aturan, juga melayani pelanggan di tempat," kata Medi, yang juga Dandim 0604 Karawang, saat dihubungi, Senin (5/7/2021).

Ia juga mengungkapkan, bila masih melakukan pelanggaran, tidak menutup kemungkinan bahwa sanksi berat berupa evaluasi perizinan sampai dengan penutupan akan diterapkan.

"Jika masih bandel dan tetap melanggar, kami akan terapkan sanksi berat, bisa berupa evaluasi perizinan sampai dengan menutup izin usahanya," jelasnya.

Selain itu, dari data COVID-19 sejak kemarin, ada penurunan kasus positif dibandingkan lusa kemarin. Pada Sabtu (3/7) ada 433 kasus positif, sedangkan Minggu kemarin, menurun sampai 135 kasus, dari total keseluruhannya yakni 28.037. Rincian nya, 1.040 masih dalam perawatan, 3.414 isolasi mandiri, 22.565 mengalami kesembuhan, dan 1.018 meninggal.

Adanya penurunan tersebut diakui Medi, bukan dijadikan pelemahan bagi penerapan aturan.

"Alhamdulillah, ada penurunan angka terkonfirmasi Positif Covid 19, namun itu bukan menjadi kita lengah dan takabur, selama pelaksanaan PPKM darurat, operasi penegakan disiplin justru lebih kita laksanakan secara masif," ujarnya.

Sementara itu, kegiatan patroli malam akan terus dilakukannya, sampai kasus COVID-19 melandai.

"Sebelum ada penerapan PPKM darurat kami terus mengadakan patroli malam, demi mencegah adanya kerumunan, yang beresiko menjadi klaster penyebaran, juga saat PPKM Darurat diterapkan," ungkapnya.

Ia berharap, masyarakat bisa mematuhi aturan PPKM Darurat, dari tanggal 3 sampai 20 Juli, agar mampu menekan penyebaran virus covid-19.

"Saya berharap masyarakat bisa mematuhi aturan PPKM Darurat ini, demi kebaikan kita bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19," tandasnya.

(mud/mud)