RSUD Cibabat Cimahi Kesulitan Pasokan Oksigen untuk Pasien COVID-19

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 14:22 WIB
RSUD Cibabat Cimahi
RSUD Cibabat Cimahi (Foto: Sudirman Wamad)

Disiplin Prokes Warga Cimahi Disorot

Kota Cimahi kembali terjerembab ke zona merah atau daerah dengan risiko tinggi penyebaran COVID-19. Padahal sebelumnya Kota Cimahi bertahan cukup lama di zona oranye.

Jika melihat angka kasus COVID-19, saat ini kasusnya menyentuh 8000 kasus. Rinciannya 6711 orang masih positif aktif, 1129 sudah dinyatakan sembuh, dan 160 orang meninggal dunia.

Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan jika masyarakat yang mengabaikan penerapan protokol kesehatan membuat penularan COVID-19 kian masif hingga penyebarannya sulit dikendalikan

"Mengkhawatirkan apabila masyarakat tidak bisa jaga kesehatan. Makam di blok D TPU Lebaksaat sudah penuh dan kita sudah buka lahan blok C, kalau tidak diantisipasi kematian terus bertambah. Tolong hindari kerumunan, wajib gunakan masker karena kalau sudah terpapar bakal berat," ungkap Ngatiyana kepada wartawan, Kamis (1/7/2021).

Imbas dari meledaknya kasus COVID-19 di Cimahi, selain kembali masuk zona merah yakni penutupan layanan IGD RSUD Cibabat serta pelayanan di sejumlah puskesmas.

"Pasien penuh sedangkan petugas sebagian terpapar COVID-19. Kalau terus ditampung khawatir tidak tertangani sehingga pasien disalurkan ke RS atau klinik lain, bisa isolasi mandiri bagi yang gejala ringan. Sempat juga oksigen kekurangan," tuturnya.

"Kebijakan layanan puskesmas juga ditutup sementara karena tenaga kesehatannya terpapar COVID-19. Layanan terbatas untuk vaksinasi, test COVID-19, dan kondisi darurat," kata Ngatiyana menambahkan.

Saat ini pihaknya bakal turut menerapkan pengetatan PPKM mikro atau PPKM darurat sebagai upaya menekan kasus positif COVID-19. Beberapa langkah yang sudah dilakukan yakni penutupan akses di tempat orang banyak berkerumun.

Kemudian melakukan propaganda razia masker, penutupan pasar tumpah atau pasar kaget, hanya boleh melangsungkan akad nikah dengan jumlah orang yang dibatasi, tempat usaha hanya buka sampai pukul 20.00 WIB, patroli dan jaga wilayah, serta pantau warga isolasi mandiri

"Untuk PPKM darurat kita masih menunggu instruksi pemerintah pusat. Namun, sesuai kondisi Cimahi zona merah saat ini maka aturan diperketat kembali baik tingkat Kota hingga RT/RW. Masyarakat harus berhati-hati sehingga tidak ikut serta menyumbang penyebaran COVID-19," tandasnya.


(mud/mud)