Potret Warga Kampung di Cianjur Miliki 6 hingga 14 Anak

ADVERTISEMENT

Potret Warga Kampung di Cianjur Miliki 6 hingga 14 Anak

Ismet Selamet - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 14:30 WIB
Potret warga kampung di Cianjur
Foto: Potret warga kampung di Cianjur (Ismet Selamet/detikcom).
Cianjur -

Istilah 'banyak anak banyak rezeki' nampaknya masih berlaku di Kampung Sasaungan Desa Naggalamekar Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Bahkan mengalahkan slogan program Keluarga Berencana (KB) yakni dua anak cukup.

Pasalnya, seluruh warga di Kampung Sasaungan tersebut rata-rata memiliki banyak anak. Sedikitnya satu keluarga memiliki enam orang anak. Bahkan beberapa orang warga memiliki belasan anak.

Pantauan detikcom di lokasi, tampak di kampung itu memang banyak anak-anak. Saat pedagang keliling yang datang langsung diserbu anak-anak.

Fahrudin (53), warga Kampung Sasaungan mengaku selama menikah dengan istrinya, dia memiliki 14 anak, namun dua di antaranya meninggal dunia.

"Yang paling bungsu lahir saat Idul Fitri kemarin. Total punya 14 anak, tapi meninggal dunia dua anak. Sekarang yang masih hidup ada 12 anak, tiga diantaranya sudah menikah," ungkap dia, Selasa (29/6/2021).

Ia mengaku usia anak-anaknya tidak berbeda jauh, rata-rata hanya berjarak dua tahun. Beberapa bahkan hanya berbeda usia setahun.

Iyus, Ketua RT 02 Kampung Sasaungan mengatakan kondisi satu keluarga memilki banyak anak merupakan hal yang biasa di kampungnya.

"Sudah dari dulu warga di sini punya banyak anak. Sudah turun-temurun. Paling sedikit itu satu keluarga punya enam anak. Paling banyak ada yang 14 anak sekarang. Kalau dulu ada yang sampai 15 anak," kata dia.

Akibatnya meskipun jumlah keluarga di Kampung Sasaungan hanya sekitar 100 keluarga, tetapi jumlah jiwa lebih dari 700 orang. "Istilahnya jumlah jiwa di satu kampung ini sama dengan jumlah jiwa dua kampung di wilayah lain," ungkapnya.

Ia menambahkan warga di Kampung Sasaungan sudah mengikuti program KB. Namun sebagian besar kaum perempuan tetap hamil. "Kebanyakan sudah pakai KB, tapi memang KB-nya yang pil. Jadinya KB jalan, tambah anak tetap," kata dia.

Kepala Desa Nanggala Mekar Hilman mengatakan dari seluruh kampung di wilayahnya, hanya kampung Sasaungan yang setiap warganya memiliki banyak anak.

Dia mengaku akan berkooridinasi dengan pemerintah kecamatan dan kabupaten untuk memaksimalkan program KB. "Memang hanya kampung itu yang dikenal banyak anak. Dari dulu memang begitu. Mungkin masih berprinsip banyak anak banyak rezeki. Tapi sebagian besar sudah di-KB," ucap dia.

Dikhawatirkan dengan kondisi saat ini, banyaknya anak membuat kesejahteraan dan pendidikan anak-anak di kampung tersebut tidak terpenuhi.

"Apalagi kebanyakan orangtuanya buruh tani, kita lakukan upaya untuk menjalankan program dua anak cukup itu supaya pendidikan anak bisa tinggi. Makanya kami akan upayakan ke depan supaya program KB bisa maksimal di kampung tersebut," ujarnya.

(mso/mso)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT