Okupansi Menurun, Hotel di Jabar Banting Stir Sediakan Tempat Isoman

Wisma Putra, Yuda Febrian - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 14:13 WIB
Sultan Ingin Jogja Lockdown, Ini Kondisi Kasus Corona di Jogja
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Okupansi hotel di Jabar menurun drastis akibat lonjakan kasus COVID-19 terutama di zona merah. Pengelola hotel putar otak dengan menyediakan jasa isolasi mandiri pasien COVID-19.

Agar operasional hotel tetap berjalan, pengusaha hotel banting stir dan menjadikan hotel tersebut untuk tempat isoman pasien orang tanpa gejala (OTG) COVID-19.

"Kan begitu meningkat kembali COVID-19 ini, sehingga okupansi hotel di bawah satu digit, jadi mereka ya tidak ada jalan lain, hotel mengambil inisiatif sendiri untuk bisa mempertahankan operasionalnya," kata Ketua PHRI Jawa Barat Herman Muchtar via sambungan telepon, Jumat (25/6/2021).

"Saya baru tahu kemarin juga, banyak hotel yang kreatif untuk membantu pemerintah daerah menjadi tempat isolasi bagi mereka yang OTG ya," tambahnya.

Herman menyebut sudah ada 10 hotel di Janar yang dijadikan sebagai tempat isoman.

"Sudah ada sekitar 10 hotel, di Bandung banyak, Purwakarta ada, Bekasi ada, Karawang ada ya," sebutnya.

Ada hotel yang bekerjasama dengan pemerintah, ada juga hotel yang bekerjasama dengan BUMN bahkan yang mandiri.

"Jadi begini, ada beberapa hotel yang kerjasama dengan pemerintah Provinsi Jabar, ada yang kerjasama dengan pemerintah kabupaten kota, ada juga yang kerjasama dengan BUMN, ada juga isolasi mandiri langsung bayar," ungkapnya.

Untuk yang berbayar, harganya pun bermacam-macam. "Ada yang per hari dan paket, macam-nacam ada yang sampai Rp 3,5-4,5 juta per 10 hari," ujarnya.

Begitupun dengan fasilitas yang diberikan oleh pihak hotel. "Macam-macam juga, beda-beda, ada yang sama perawat, ada yang tanpa perawat, ada yang hotel saja tanpa makan, macam-macam," tuturnya.

Hotel yang dijadikan tempat isoman tidak dicampurkan dengan pelanggan lainnya. "Tidak, hanya isolasi saja, khusus buat Covid-19," ujarnya.

Herman mengatakan, kondisi okupansi hotel saat ini sangat mengkhawatirkan. "Sangat rendah, di bawah 1 digit, orang tidak boleh ke Bandung, apalagi sekarang zona merah,"pungkasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2