20 Warga Cianjur Positif COVID-19 Diduga Tertular dari Pasien Kabur

Ismet Selamet, Yuda Febrian - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 18:08 WIB
Sultan Ingin Jogja Lockdown, Ini Kondisi Kasus Corona di Jogja
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Cianjur -

Sebanyak 20 warga Desa Girimukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur terkonfirmasi positif COVID-19. Diduga mereka terpapar pengungsi di Desa Cibokor yang kabur dari tempat isolasi.

Kepala Desa Girimukti Dadan Supardan, mengatakan adanya warga yang terkonfirmasi positif, berawal ketika salah seorang warga mengeluhkan kehilangan penciuman dan gejala lain yang mengarah ke COVID-19.

"Hasil dari swab antigen, ternyata warga tersebut terkonfirmasi positif Corona," kata dia, Kamis (24/6/2021).

Didapati jika warga yang terkonfirmasi positif tersebut sebelumnya didatangi pengungsi dari Desa Cibokor Kecamatan Cibeber yang seharusnya menjalani isolasi mandiri karena juga terkonfirmasi positif.

"Begitu mengetahui jika yang terpapar itu didatangi pengungsi dari Desa Cibokor, kami langsung mendata siapa saja warga Desa Girimukti yang juga mengalami hal serupa. Setelah didata dan ditest, didapati ada 20 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19," kata dia.

Menurutnya warga yang terkonfirmasi kini sudah menjalani isolasi mandiri. Logistik untuk sehari-hari juga disiapkan. "Kita sudah beri arahan agar mereka lebih patuh menjalani isolasi mandiri,supaya tidak menyebarkan pada yang lain," ucapnya.

Senada, Camat Campaka Insanuddin Lingga, mengatakan ada sekitar empat pengungsi yang positif dan kabur ke Desa Girimukti. Diketahui jika pengungsi tersebut kabur ke rumah kerabatnya.

"Antara Desa Cibokor Cibeber dan Girimukti Campaka itu lokasinya kan dekat, hanya terhalang aliran sungai. Informasinya keempat orang itu kabur melalui jendela dari tempat isolasi, kemudian ke rumah keluarganya," kata dia.

Menurut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan Cibeber agar memperketat akses keluar masuk dari Desa Cibokor yang saat ini dilockdown.

"Kita minta agar diperketat, tidak ada lagi yang keluar masuk secara bebas apalagi yang terkonfirmasi positif. Karena kejadian kan Desa Girimukti terkena dampaknya jadi banyak yang terpapar juga," ucapnya.

Di sisi lain, Camat Cibeber Ali Akbar, membenarkan jika ada pengungsi yang kabur. Namun saat ini sudah kembali menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

"Ada yang kabur, tapi ada juga yang warga di DesaGirimukti yang bersilaturahmi ke rumah warga di Desa Cibokor sehingga ikut terpapar. Makanya kita perketat penjagaan di akses masuk. Kalau tidak menunjukan surat bebas COVID-19, diarahkan untuk kembali," kata dia.