ADVERTISEMENT

Heboh Saung Angklung Udjo Lelang Barang via Website, Ini Faktanya

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 17:48 WIB
Saung Angklung Udjo lelang 13 barang via website
Foto: Saung Angklung Udjo lelang barang (Tangkapan layar website).
Bandung -

Dirut PT Saung Angklung Udjo (SAU) Taufik Hidayat Udjo buka suara terkait munculnya 13 instrumen musik produksi SAU, yang dilelang di platform lelang.go.id. Menurut Taufik, lelang sukarela yang dimuat dalam platform marketplace milik Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) itu merupakan salah satu strategi agar SAU tetap bergeliat.

Pandemi COVID-19 membuat kunjungan wisatawan ke SAU menurun drastis, karena adanya pembatasan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Dari rata-rata kunjungan 1.000 hingga 2.000 orang per hari sebelum pandemi, jumlah wisatawan yang datang ke SAU anjlok.

"Kondisi kami sebetulnya sama dengan teman-teman di objek wisata lainnya. Dalam kondisi ini, jujur sangat memprihatinkan. Dalam arti sudah setahun sangat sulit. Yang datang satu orang, tiga orang, dua orang (per hari). Kondisi ini karena ketidakpastian, misal kita sudah di-booking untuk acara besar untuk tanggal sekian, tetapi dibatalkan karena memang harus ditutup, ketika geser jadwal, meleset lagi karena harus diperpanjang (penutupannya)," ujar Taufik dalam jumpa pers virtual, Kamis (24/6/2021).

Taufik memahami betul niat dari pemerintah untuk meminimalisasi risiko terjadi klaster COVID-19, oleh karena itu ia harus mencari cara lain untuk tetap memutar roda kehidupan di SAU. Seperti diketahui, SAU memperkerjakan kurang lebih 1.000 karyawan yang bergelut sebagai penampil dan produsen angklung.

"Dalam menghadapi situasi ini kita harus ada variasi dalam bisnis ini," ujar Taufik.

Ia memastikan jika angklung hingga arumba yang dijual bukan instrumen musik yang eskslusif tetapi hasil produksi dengan sistem pre-order. Instrumen yang bersejarah, ujar Taufik, akan disimpan dan dipajang di museum SAU yang kini telah digodok konsepnya.

"Insya Allah SAU nanti akan ada living museumnya, nanti kita akan tahu perjalanan atau sejarah angklung, dan perjalanan berdarah-darah Pak Udjo hingga seperti sebelum COVID. Barangkali itu (instrumen ekslusif) tidak akan dilelang, karena itu yang menjadi nyawa kita," katanya.

Kepala Kantor Wilayah DJKN Jabar Tavianto Noegroho mengatakan memang sempat terjadi kesalahpahaman terkait produk SAU yang ditampilkan dalam laman lelang.go.id. Menurutnya, itu hal yang wajar karena konotasi kata 'lelang' sendiri yang kerap dikaitkan dengan aset atau barang yang bermasalah.

"Kalau yang Pak Taufik ini lelangnya sukarela, niatnya Pak Taufik untuk melelang ini untuk menambah cakupan (pasar) dari peserta lelang, tidak ada masalah sama sekali, tidak ada utang dari bank, tidak ada upaya paksa dari siapapun. Ini inisiasi saja, yang dilakukan dengan membuka peluang yang baru menggunakan platform milik pemeritah lelang.go.id, yang dikelola secara sah oleh pemerintah," ujar Tavianto.

Palomas dari tim Kedai Lelang KPKNL Bandung mengatakan lelang.go.id merupakan salah satu cara dari pemerintah untuk mendorong bangkitnya UMKM yang terpuruk akibat pandemi COVID-19. Di wilayah Bandung Raya, ada dua UMKM yang memasarkan produknya di lelang.go.id, yakni SAU dan Kapalapak di Cimahi.

"Dua UMKM ini yang kita angkat dalam Kedai Lelang ini, dan memang tadi kita berusaha untuk membantu keberlanjutan SAU dan Kapalapak dalam melewati pandemi dan juga memberikan solusi dalam produk lain dalam masa ini, sangat diperlukan dan kita juga membuat terobosan-terobosan, dan memang untuk SAU itu PO, nanti 14 hari kemudian dibuat," ujar Palomas.

"Tidak mungkin ready stok. Karena kalau ready stok bahan baku akan rusak, kalau jadi pemenangan ada waktu 14 hari dari SAU untuk membuat alat musik dalam SAU," ujarnya. Rencananya close bidding untuk produk SAU ini akan berakhir pada 29 Juni mendatang pukul 10.00 WIB.

(yum/mso)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT