PPDB SMA 2021 Amburadul, Ombudsman Nilai Kemunduran Pendidikan di Banten

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 17:22 WIB
Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)
Foto: Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)
Serang -

Pelaksanaan PPDB online SMA Negeri di Banten mengalami eror sejak hari pertama. Ombudsman menilai kondisi tersebut sebagai kemunduran tata kelola pendidikan di Banten.

Padahal, PPDB adalah salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan. Selain itu penyelenggarannya setiap tahun dilakukan sehingga harusnya telah disiapkan secara matang.

"Permasalahan pada proses PPDB SMA tahun ini mencerminkan kemunduran tata kelola pendidikan di Provinsi Banten," kata Kepala Perwakilan Ombudsman Banten Dedy Irsan kepada wartawan di Serang, Kamis (24/6/2021).

Ombudsman sendiri sudah mendapatkan laporan dan catatan khusus pada pelaksanaan PPDB. Ada rekomendasi dan permintaan khusus pada gubernur dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten sebagai pelaksana.

Pertama, sistem yang telah eror harus bisa menyelesaikan masalah sehingga tidak menimbulkan kerugian. Mereka juga diminta berkomunikasi pada publik mengenai masalah ini dan mengevaluasi penyelenggaraan atau penanggung jawab PPDB.

Jika ada pihak ketiga, vendor atau siapapun yang terlibat untuk bertanggung jawab melakukan perbaikan dan antisipasi agar kesalahan serupa tidak terulang. Jika perlu membentuk tim yang aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyelesaikan konsultasi dan pengaduan warga yang dirugikan.

Pantauan Ombudsman pada pukul 15.45 WIB, website PPDB masih belum bisa melayani masyarakat meski website bisa dibuka. Karena hari ini jadi hari terakhir, Pemprov Banten bisa memberi kebijakan perpanjangan pendaftaran bagi calon peserta didik SMA.

"Maka Ombudsman Banten mendorong agar pemerintah Provinsi Banten memperpanjang masa pendaftaran online dan memastikan sistem berjalan dengan baik. Jika masih belum dapat memastikan sistem berjalan dengan baik, sebaiknya mengambil kebijakan lain dengan payung hukum yang jelas untuk memastikan hak masyarakat tidak dirugikan," ujarnya.

PPDB SMA khusus jalur zonasi dibuka dari 21-23 Juni. Namun, karena sejak hari pertama website resmi di https://ppdbmandiri.bantenprov.go.id/ tidak bisa diakses pendaftar maka diperpanjang sampai hari ini.

Pihak Dindikbud pun sudah meminta calon peserta didik mendaftar langsung ke sekolah. Mereka berdalih erornya sistem karena penumpukan jumlah pendaftar.

"Tapi kan kondisi itu bersamaan yang mendaftar satu waktu bersamaan sehingga tidak cukup untuk itu, jadi down, jangankan kita, DKI yang infrastrukturnya sudah bagus apalagi kita. Kalau kita bandingkan dengan provinsi tetangga kita secara infrastruktur sudah mumpuni," kata Kepala Bidang SMA Dindikbud Banten Lukman kepada detikcom pada Rabu (23/6) kemarin.

Tonton juga Video: Soal PPDB DKI, Anies Tak Ingin Ada 'Hidden Privilege'

[Gambas:Video 20detik]



(bri/mso)