Dalam 3 Hari, 742 Warga Karawang Terkonfirmasi Positif COVID-19

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 09:58 WIB
Zona Merah Corona Jawa Barat Ada Di Mana Saja? Ini Sebarannya
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Karawang -

Lonjakan kasus COVID-19 di Karawang yang begitu signifikan. Dalam kurun 3 hari terakhir, ada 742 orang terkonfirmasi positif.

Dari data yang dilansir dari website Satgas Penanganan Covid-19 Karawang, Minggu sampai dengan Selasa kemarin (22/6) pukul 12.00 WIB, jumlah yang terkonfirmasi positif yakni 742 orang. Rinciannya, Minggu 195 orang, Senin 252 orang, dan Selasa 295 orang.

Untuk total jumlah yang tercatat secara keseluruhan, dari data terbaru kemarin, ada sebanyak 22.755 kasus terkonfirmasi positif, naik 295 dari hari sebelumnya. Rinciannya, 958 masih perawatan, 1.057 isolasi mandiri, 20.044 sembuh, 696 meninggal.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Karawang, Fitra Hergyana mengatakan pihaknya terus berupaya menekan laju peningkatan kasus covid-19 dengan mengetatkan PPKM Mikro.

"Memang dilihat dari data, dan fakta di rumah sakit, lonjakan kasus covid-19 begitu signifikan meningkat, meski kami tetap berupaya menekannya dengan mengetatkan PPKM Mikro, juga menyadarkan masyarakat agar tetap tidak berpergian, dan menerapkan 5M," ungkap Fitra saat dihubungi melalui telepon selular, Rabu (23/6/2021).

Ia juga mengimbau, agar masyarakat bisa mengerti dengan kondisi kasus covid-19 saat ini, sehingga bisa membantu menekan lonjakan kasusnya.

"Ini bukan masalah persediaan bed, atau kasur yang mulai menipis, terus beberapa nakes mulai tumbang, tapi ini tentang kesadaran masyarakat tentang kasus covid-19 ini, percuma kita berusaha memaksimalkan semuanya, kalau masyarakat masih banyak yang membandel tidak mengikuti arahan dari pemerintah, jadi saya berharap masyarakat sadar, karena demi kebaikan, kesehatan bersama," katanya.

Sementara itu, terkait adanya Varian Delta di Karawang, pihaknya telah membentuk tim di kecamatan yang didapati penyintasnya.

"Varian Delta ini menjadi fokus perhatian kami juga, oleh karenanya hasil rapat dua hari yang lalu, Bupati mengintruksikan membuat tim khusus di 8 kecamatan yang didapati penyintas Varian Delta, agar segera melakukan pendataan, juga pengawasan," jelasnya.

Seperti apakah Varian Delta ini?

Saat dihubungi, Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI, Sugiyono Saputra mengatakan Varian Delta memiliki perbedaan dengan Covid-19 variant of concern (VOC), juga bukan dari VOC.

"Jadi yang membedakan Varian Delta, dengan variant of concern (VOC) lainnya adalah ancestor atau leluhur virus tersebut, dan juga mutasi-mutasi kuncinya," kata Sugiyono melalui aplikasi WhatsApp.

Sedangkan, perbedaan terhadap yang bukan VOC, dari peningkatan efek yang ditimbulkan.

"Kalau yang membedakan dengan varian lain, yang bukan VOC adalah, efek terhadap penularannya (transmisi), keparahan infeksi, atau gejala klinis, juga bisa mempengaruhi efektivitas dari terapi atau vaksin," jelasnya.

Tambahnya, virus Corona varian Delta yang termasuk VOC ini memiliki tingkat infeksi yang cenderung lebih tinggi. Virus Corona varian Delta ini disebut mampu menyebar dengan cepat.

"Varian Delta merupakan bagian dari variant of interest (VOI) yang melalui penilaian komparatif, mampu menyebabkan peningkatan penularan, peningkatan virulensi atau gejala klinis," katanya.

Oleh karenanya, ia menyarankan agar mengurangi mobilitas di luar rumah, juga menggunakan masker standar medis.

"Terkait pencegahan, yang utama tetap stay at home, hindari pergi ke tempat- tempat umum dulu, dan jika terpaksa pergi, gunakan masker yang lebih bagus misal tipe N95, atau masker medis yang minimal didobel dengan masker kain, dan prokes tetap harus dijalankan," pungkasnya.

Simak juga '76 Pengungsi Korban Longsor Cianjur Positif Corona, 1 Kampung Lockdown':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)