Warga Karawang Terpapar Limbah Pabrik Hanya Dapat Kompensasi Rp 40 Ribu

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 19:44 WIB
Warga Karawang mengeluhkan gatal-gatal diduga terkontaminasi limbah pabrik
Salah satu warga yang terpapar limbah pabrik di Karawang (Foto: Yuda Febrian)
Karawang -

50 Kepala Keluarga (KK) warga di Dusun Krajan Barat, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang yang terpapar limbah mengaku hanya diberi kompensasi oleh perusahaan sebesar Rp 40 ribu.

"Sudah datang pihak perusahaannya, kami juga sudah buat permintaan, tapi nanti dirapatkan dulu katanya, terus orang perusahaan itu memberi uang 40 ribu sebagai dana kompensasi, buat berobat katanya," ujar Mimin (32) warga yang terpapar limbah, saat dihubungi melalui telepon selular, Selasa (22/6/2021).

Ketua RW 01 Suparman membenarkan paparan limbah tersebut dari perusahaan pembuat bahan kimia. Hal tersebut diungkapkannya setelah pihak perusahaan datang ke warga.

"Ia tadi humas perusahaannya datang ke warga, dan bermusyawarah, saya juga hadir, di pertemuan tersebut, dan ada beberapa permintaan dari warga yang telah disampaikan kepada pihak perusahaan, sementara pihak perusahaan hanya memberikan uang 40 ribu ke setiap warga yang terdampak untuk berobat," tuturnya.

Adapun tuntutan warga yakni tidak ingin terjadi lagi kejadian gatal-gatal, debu yang terbawa angin, juga kompensasi yang setimpal.

"Poin-poinnya lebih ingin tidak terjadi air yang keruh karena limbah, juga udara yang bersih, hingga tidak terjadi gatal-gatal, juga menginginkan kompensasi yang setimpal, bukan hanya 40 ribu saja," ujarnya.

Sementara itu, Kepala DLHK Karawang, Wawan Setiawan telah mengakui adanya peristiwa tersebut, juga akan ditindaklanjuti, setelah kondisi memungkinkan.

"Saat ini kita tengah mengalami kasus peningkatan covid-19, bahkan salah satu staf di bagian laboratorium positif, dan tengah isolasi mandiri, jadi terkait adanya kejadian itu, memang kami sudah mendengar, dan akan ditindaklanjuti segera," tandasnya.

Sebelumnya, pada Senin kemarin, tim detikcom telah menelusuri lokasi warga yang terpapar limbah. Saat di lapangan, ada sekitar 50 KK yang terdampak. Dari usia balita sampai lansia, mereka merasakan gatal-gatal, batuk, dan iritasi mata, sejak bulan puasa.

(mud/mud)