PPDB SMA Eror, Ombudsman Minta Dindikbud Banten Lakukan Evaluasi

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 11:49 WIB
Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)
Foto: Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)
Serang -

Ombudsman Perwakilan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten mengevaluasi sistem PPDB online SMA yang selama dua hari ini mengalami masalah. Bila perlu, waktu pendaftaran diperpanjang mengingat adanya keluhan dari masyarakat.

"Kalau itu berdampak pada merugikan calon peserta didik, kita minta evaluasi diperpanjang, karena sistemnya online. Karena sarana utama harus bisa mengakses itu, itu persoalan besar," kata Kepala Perwakilan Ombudsman Banten Dedy Irsan saat dimintai pendapat di Serang, Banten, Selasa (22/6/2021).

Ombudsman juga telah membuat posko bagi orang tua yang ingin melaporkan kendala saat mendaftar PPDB. Baik itu kendala PPDB tingkat SMA di bawah kewenangan provinsi atau SD-SMP di bawah kewenangan kabupaten kota.

"Ombudsman selaku pengawas eksternal pelayanan publik tetap melakukan pengawasan dan meminta kepada masyarakat yang mengalami kerugian atau dugaan maladministrasi dalam proses PPDB dapat menyampaikan laporannya kepada Ombudsman ditindaklanjuti sesuai tugas, fungsi dan kewenangan yang ada," ucapnya.

Untuk saat ini, kata Dedy, Dindikbud Banten harus tanggap mengatasi keluhan PPDB online tingkat SMA. Hal teknis seperti server yang eror bisa dinilai merugikan calon siswa karena terjadi berulang-ulang.

"Jika masalah tidak bisa mengakses situs ini terjadi lagi dan berulang, maka bisa saja proses pendaftarannya harus dievaluasi secara menyeluruh dan bisa mengakibatkan perubahan dari jadwal jadwal yang telah ditetapkan," ujarnya.

Terpisah, Arifin warga Cipocok Jaya, yang ingin mendaftarkan anaknya di SMA Kota Serang kesulitan mendaftar di situs resmi PPDB.

"Masih kacau, ini udah 2 malem begadang, kayaknya masalahnya servernya eror, nggak bisa masuk. Kemarin udah bisa masuk tapi sekolah yang ditujunya nggak bisa, itu tetangga malah ada yang masuk pilihannya ke SMA 4 Pandeglang padahal di Kota Serang," kata Arifin.

Ia pun harus datang langsung ke sekolah karena sistem yang tak kunjung bisa diakses. Pihak sekolah katanya menyediakan antrian bagi siswa yang akan mendaftar.

"Belum bisa diakses, tadi ke SMA pakai daftar manual, Cuma harus pakai nomor antrian 100 orang per hari," ujarnya kepada detikcom.

Simak juga 'Nadiem Jamin Kebijakan Sekolah Tatap Muka Tak Bertentangan Aturan PPKM':

[Gambas:Video 20detik]



(bri/mso)