Jembatan Putus, Warga di Cianjur Nekat Sebrangi Arus Sungai

Ismet Selamet - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 23:17 WIB
Warga di Cianjur nekat menyebrangi arus sungai
Warga di Cianjur nekat menyebrangi arus sungai (Foto: Ismet Selamet)
Cianjur -

Warga Kampung Pasalakan Desa Sirnagalih Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur nekat menantang maut dengan melintasi Sungai berarus deras untuk beraktivitas. Pasalnya jembatan bambu yang menjadi akses utama hanyut belum lama ini.

Sekadar informasi, jembatan bambu yang menghubungkan Desa Sirnagalih dan Desa Muara Cikadu putus dan terbawa hanyut akibat luapan air Sungai Cisadea.

Jembatan tersebut menjadi akses utama warga, sebab warga harus memutar cukup jauh jika tidak melintasi jembatan tersebut.

Akibatnya warga terpaksa menyebrangi Sungai berarus deras untuk aktivitas bertani atau pergi ke pasar tradisional.

Muhtar, Tokoh Masyarakat Kampung Pasalakan, mengatakan pasca jembatan hanyut, warga hanya bisa melintas ketika volume air sungai surut. Sedangkan jika setelah hujan dan volume naik, warga tidak berani menyebrang karena arus yang deras.

"Kami merasa terisolir, dipaksa untuk tidak kemana-mana oleh keadaan, apalagi jiga hujan deras, pasti volume air naik, sangat sulit dan berbahaya. Kalau memaksa lewat sungai, khawatir hanyut oleh arus sungai" ujarnya, Senin (21/6/2021).

Ia mendorong pemerintah segera memberikan solusi, terutama membangun jembatan untuk akses warga.

"Kami memohon kepada seluruh pihak, karena ini akses utama bagi warga kami berangkat ke sekolah, ke rumah sakit maupun jual beli hasil bumi ke pasar, jika aksesnya tidak ada, kami mau ngasih makan anak istri bagaimana," tegasnya.

Kepala Desa Sirnagalih Sugiono, mengatakan pemerintah Desa sudah mengupayakan dengan mengajukan pembuatan jembatan. Namun belum kunjungan terealisasi.

Untuk sementara, lanjut dia, Pemdes menyediakan perahu bagi warga sehingga bisa menyebrang dengan lebih aman.

"Kami bantu semampunya, bahkan sempat pihak desa memberikan perahu untuk akses sementara, karena dana desa ga akan cukup untuk bangun jembatan permanen," ujarnya.

Dia menghimbau kepada seluruh warga desa Sirnagalih, khususnya warga kampung Pasalakan agar tetap berhati-hati dan tidak memaksakan menyebrang jika volume air tinggi dan arus sedang deras.

"Kami tidak bisa melarang, apalagi dalam keadaan darurat seperti yang melahirkan harus dibawa ke layanan kesehatan, tetap harus melewati sungai itu, ya bagaimanapun kondisinya, agar berhati-hati dan tetap waspada ketika volume air naik," pungkasnya.

(mud/mud)