COVID-19 Menggila, Sampel yang Diuji Labkes Jabar Capai 9.000 Sehari

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 18:38 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
Foto: Ilustrasi (Getty Images/BlackJack3D).
Bandung -

Lonjakan kasus COVID-19 di Jawa Barat terus mengalami lonjakan. Bahkan sampel yang diuji Laboratorium Kesehatan Jabar juga meningkat tajam.

Kepala Labkes Jabar Emma Rahmawati menuturkan jumlah sampel yang diuji di Labkes Jabar meningkat dari biasanya. Dari biasa 3.000 sampel kini meningkat menjadi 9.000.

"Jumlah sampel warga di Labkes meningkat. Jadi 9.000 per hari, dari biasa 3.000," ucapnya dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (21/6/2021).

Meski begitu, Labkes Jabar, kata Emma, terus melakukan pengujian. Meskipun jumlah tenaga yang terbatas yang hanya 66 orang.

"Meskipun dengan tenaga yang terbatas, jajaran Labkes Jabar terus berupaya bekerja ekstra, dalam hal ini kami bekerja di hilir," tuturnya.

"Tentunya dalam memutus mata rantai COVID-19 ini adalah tanggung jawab kita bersama, selain 3T Tracing, Testing dan Treament, sangat perlu upaya keras di hulu yaitu dengan tetap menjalankan 5M. Apapun varian virusnya senjatanya adalah 5M," kata dia menambahkan.

Di samping itu, Labkesda Jabar juga tengah menjalin kolaborasi antar laboratorium se-Indonesia. Salah satunya dengan menjadi pemrakarsa terbentuknya Asosiasi Laboratorium Kesehatan Daerah dan turut menyelenggarakan munas ke 1 secara virtual.

"Selain itu UPTD Labkes Jabar juga mendorong terbentuknya Asosiasi Laboratorium Kesehatan Jawa Barat yang akan ditetapkan setelah Munas tersebut sebagai upaya peningkatan dan penguatan peran Labkes dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," katanya

Di tengah kesibukan mengurus lonjakan kasus COVID-19, Labkes Jawa Barat meraih prestasi. Labkes Jabar meraih ISO 17043 bagi laboratorium penyelenggara uji profiensi.

"Ini merupakan bukti kerja keras seluruh jajaran di Labkes Jabar," ucap Emma.

Emma menuturkan dalam memperoleh kelulusan ISO 17043 ini seluruh tim atau personel melaksanakan penilaian 15 aspek luar manajemen dan 10 aspek teknis.

"Pada tahun yang sama kami juga memperoleh predikat Lulus Paripurna dari Komite Akreditasi Laboratorium Kesehatan (KALK), juga melaksanakan Akreditasi Laboratorium Medik /ISO 15189 dengan menambah lingkup akreditasi yaitu parameter pemeriksaan Covid 19 dan saat ini sedang menunggu hasil," kata dia.

(dir/mso)