Corona Melonjak di Bogor, 593 Kasus Baru Ditemukan dalam 3 Hari

M Sholihin - detikNews
Minggu, 20 Jun 2021 11:47 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bogor -

Kasus COVID-19 di Kota Bogor mengalami lonjakan tinggi sejak 3 hari terakhir. Satgas COVID-19 Kota Bogor mencatat, sebanyak 593 orang dinyatakan positif Corona sejak Kamis (17/6/2021)-Sabtu (19/6/2021). Jumlah tambahan kasus harian sejak tiga hari ini menjadi kasus harian tertinggi selama pandemi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan tambahan harian kasus positif COVID-19 pada Sabtu (19/6/2021) sebanyak 188 kasus. Meski angkanya lebih sedikit dari hari sebelumnya, namun jumlah kasus harian di Kota Bogor sejak 3 hari terakhir merupakan terbanyak selama pandemi.

"Penambahan kasus positif pada Sabtu (19/6/2021) sebanyak 188 kasus, sembuh sebanyak 75 kasus," kata Sri Nowo, Minggu (20/6/2021).

Sementara pada Jumat (18/6/2021), kasus positif COVID-19 Kota Bogor bertambah 201 kasus. Sedangkan pada Kamis (17/6/2021), kasus positif COVID-19 bertambah 204 kasus dan menjadi tambahan kasus harian terbanyak selama pandemi.

Dengan tambahan 593 kasus, total kasus positif di Kota Bogor kini mencapai 17.542 kasus. Dengan rincian, sebanyak 15.992 orang dinyatakan sembuh, sebanyak 269 meninggal dunia dan 1.281 orang masih dalam perawatan dan pengawasan tim medis.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Kota Bogor, ribuan kasus positif COVID itu tersebar di 6 kecamatan di Kota Bogor. Dimana Kecamatan Bogor Utara menjadi wilayah dengan jumlah kasus positif tertinggi dengan angka 293 kasus.

Jumlah kasus positif COVID-19 tertinggi selanjutnya berada di Kecamatan Tanah Sareal dengan angka positif sebanyak 272 kasus, Kecamatan Bogor Barat 256 kasus, Kecamatan Bogor Selatan 129 kasus, Kecamatan Bogor Timur sebanyak 116 kasus, Kecamatan Bogor Tengah sebanyak 102 kasus.

Tingginya lonjakan kasus positif COVID-19, membuat Pemkot Bogor mengambil langkah cepat untuk menekan laju kasus positif COVID-19. Beberapa kebijakan diambil sebagai langkah antisipasi. Pada akhir pekan, Pemkot Bogor memberlakukan ganjil genap dan menutup beberapa fasilitas umum untuk membatasi mobilitas orang. Baik yang berada di dalam Kota Bogor maupun bagi orang yang ingin masuk ke Kota Bogor.

Di dalam kota, Pemkot Bogor menutup pedestrian lingkar Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor yang kerap menjadi titik kerumunan karena digunakan warga untuk berolah raga. Di wilayah perbatasan, Pemkot bersama Forkopimda Kota Bogor melakukan penyekatan kendaraan.

Bahkan jika di dalam Kota Bogor dinilai padat, Gerbang Tol Bogor (Branangsiang) akan ditutup untuk menyekat kendaraan yang datang dari arah Jakarta maupun dari arah Ciawi dan Puncak menuju Kita Bogor melalui Tol Jagorawi.

(mso/mso)