Pemkab KBB Jajaki Peminjaman Balai Diklat untuk Ruang Isolasi COVID-19

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 15:22 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung Barat -

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tengah menjajaki peminjaman balai diklat yang ada di wilayah Lembang untuk dijadikan ruang isolasi mandiri tambahan bagi pasien COVID-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) KBB Asep Sodikin mengatakan penambahan ruang isolasi darurat itu lantaran tingkat keterisian rumah sakit di Bandung Barat sendiri hampir menyentuh fase kritis.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, hingga Rabu (16/6/2021) siang, BOR enam rumah sakit rujukan COVID-19 di Bandung Barat sudah menyentuh angka 94 persen.

"Kita sedang menjajaki menambah tempat isolasi mandiri. Kita kerjasama dengan diklat-diklat terutama yang ada di Lembang dulu," ungkap Asep kepada wartawan, Kamis (17/6/2021).

Beberapa balai diklat yang sudah disasar sebagai tempat isolasi tambahan di antaranya balai diklat milik Kementerian Sosial (Kemensos) dan milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Termasuk ada balai diklat milik Pemda KBB juga. Jadi sekarang kita sedang coba mana yang bisa dikerjasamakan. Pembiayaannya sedang dikaji agar sesuai aturan. Bisa sharing dengan desa melalui dana desa, Pemda dengan APBD, dan dinkes untuk penyediaan nakes dan obat-obatan," tuturnya.

Selain rencana menambah ruang isolasi dengan meminjam balai diklat, pihaknya juga telah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB untuk mengonversi bed perawatan pasien umum menjadi bed khusus COVID-19.

"Jadi di tiga RSUD di KBB ruang perawatan umumnya akan dikonversi untuk bed COVID-19. Sedang dipastikan kebutuhannya berapa," terangnya.

"Lalu puskesmas rawat inap juga akan digunakan untuk isolasi mandiri. Manakala ada masyarakat yang kondisi rumahnya tidak memungkinkan sebagai tempat isolasi maka bisa menggunakan tempat yang kita siapkan," jelasnya.

Asep mengatakan hingga saat ini penambahan kasus COVID-19 di Bandung Barat terus terjadi. Meskipun diikuti dengan angka kesembuhan, namun jumlahnya tak sebanding dengan penambahan kasus positifnya.

"Catatan kami kemarin dalam sehari itu ada 122 kenaikan kasus positifnya, yang sembuh hanya 75 orang. Jadi yang positif lebih banyak dari yang sembuh. Memang kondisinya di KBB ada peningkatan yang sangat drastis," ujarnya.

(mso/mso)