Dituntut 9 Tahun Bui, Terdakwa Korupsi RTH Bandung Sebut Jaksa Panik

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 15:14 WIB
Terdakwa kasus korupsi RTH Bandung Dadang Suganda sebut jaksa panik menuntutnya 9 tahun bui
Terdakwa kasus korupsi RTH Bandung Dadang Suganda sebut jaksa panik menuntutnya 9 tahun bui (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Terdakwa kasus dugaan korupsi ruang terbuka hijau (RTH) Kota Bandung Dadang Suganda tetap membantah tuduhan terlibat korupsi meski dituntut 9 tahun penjara. Bahkan Dadang menilai tuntutan jaksa KPK sebagai bentuk kepanikan.

Hal itu tertuang dalam lanjutan sidang kasus tersebut yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung pada Kamis (17/6/2021). Usai persidangan, Dadang membeberkan beragam bantahannya. Salah satunya terkait tuduhan dirinya sebagai king maker atau orang yang ada dibalik praktik korupsi itu.

"Bagaimana saya mengaturnya, saya dengan DPRD tidak ada yang kenal," ujar Dadang usai persidangan.

Lalu soal mark up harga lahan, Dadang pun lagi-lagi membantah. Dia menyebut penetapan harga sudah sesuai dengan ketentuan dan rapat bersama Pemkot Bandung.

"Peserta penjual tanah bareng seluruh panitia hadir pada saat pembayaran juga sama dan saya juga ikut di situ, tidak ada keisitimewaan yang lain. Ada tidak dalam persisangan saya bagi-bagi uang, tidak terbukti semuanya, ini hanya mencari sasaran orang yang bisa hartanya dirampas, saya tidak akan begitu saja menyerah karena ada keadilan, saya akan terus berdoa agar dibalas siapapun yang dzolim kepada saya, karena saya tidak melakukan seperti yang mereka tuduhkan," tutur dia.

Dia juga menyebut tidak ada persekongkolan hingga menghasilkan pembayaran yang menguntungkan dirinya. Seluruh proses pembayaran, kata Dadang, dilakukan sesuai mekanisme.

"Kalau memang ada persekongkolan saya tidak bisa orang swasta serta merta mengeluarkan uang sendiri, itu kan ada mekanismenya uang pemerintah itu, ada pantia pembebasan tanah, ada bagian arsip, saya kira lengkap. Sembilan unsur yang ada dalam panitia pembebasan tanah itu, saya yang menjadi korban ditetapkan sebagai tersangka harus memberikan uang," katanya.

Dia juga menilai tuntutan selama sembilan tahun berlebihan. Sedangkan, kata dia, orang yang terlibat langsung hanya dituntut 4 tahun penjara.

"Salah satu contoh kalau memang dianggap saya bersalah yang lain hanya dituntut empat tahun, saya dianggap turut serta saya ada kewenangan apa, saya hanya turut serta sementara yang pokoknya hanya dituntut empat tahun, saya melihat ini ada kepanikan di JPU, jadi saya kira tolong sampaikan saja apa yang ada dalam fakta persidangan," tutur dia.

Sementara itu salah satu kuasa hukum Dadang, Anwar Djamaludin juga menilai berita acara dalam penyelidikan berbeda dengan fakta di persidangan. Dia mencontohkan soal Dadang yang dianggap memberikan uang ke eks Sekda Bandung Edi Siswa di.

"Itu sudah terbantahkan semuanya, kecuali contoh tadi banyaknya kasus-kasus yang terjadi di KPK ini kasus suap semua mendalilkan bahwa semua itu perdata, tapikan tidak bisa dibuktikan secara fakta, kami bisa buktikan," kata dia.

Sebelumnya, Terdakwa kasus korupsi ruang terbuka hijau (RTH) Kota Bandung Dadang Suganda dituntut sembilan tahun penjara. Ia kecewa dengan tuntutan tersebut.

Hal tersebut terungkap dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1 A, Jalan LRE Marthadinata, Kota Bandung, Selasa (25/5/2021).

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Dadang Suganda selama 9 tahun dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp 1 miliar, subsider 6 bulan kurungan," kata Jaksa KPK Chaerudin.

(dir/mud)