Tolak Wacana PPN Sembako, Pedagang Cianjur: Pikirkan Rakyat Kecil!

Ismet Selamet - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 15:39 WIB
Pedagang Daging Sapi di Pasar Induk Cianjur
Pedagang Daging Sapi di Pasar Induk Cianjur. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Pedagang pasar tradisional di Kabupaten Cianjur khawatir harga sembako melonjak bila wacana pajak pertambahan nilai (PPN) untuk sembako ditetapkan. Hal itu dinilai akan menyengsarakan masyarakat di tengah pandemi.

Ketua Dewan Perwakilan Pedagang (DPP) Pasar Induk Cianjur Hud Al Idrus mengatakan meski tidak langsung diterapkan pada pedagang kecil, pemberlakuan pajak tetap akan berdampak pada harga sembako di pasar tradisional. "Misalnya nanti yang dikenakan hanya yang di jajaran atas, tapi kan pedagang ambil barang dari distributor. Sudah pasti nanti harga ikut naik karena yang pemain besar ini juga tidak mau rugi," ujar Hud Al Idrus, Selasa (15/6/2021).

"Makanya mau bagaimanapun, baik langsung ataupun tidak secara langsung, akan berdampak pada harga jika memang diterapkan. Ini yang kami khawatirkan, sebab yang susah tetap rakyat," dia menambahkan.

Dia berharap wacana tersebut dipertimbangkan lagi agar masyarakat tidak semakin dibebankan di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini. "Ekonomi turun drastis karena COVID-19, setidaknya pikirkan rakyat kecil. Nanti masyarakat menilai juga, kenapa rakyat kecil dibebankan, tapi yang kaya beli mobil ada keringanan pajak," tutur Hud Al Idrus.

Asep, pedagang Pasar Cipanas, menuturkan bila tarif pajak dikenakan ke pengusaha yang berpenghasilan tinggi, itu akan tetap berpengaruh pada harga di pasar. "Beban pajak akan juga dirasakan ke pedagang kecil. Karena supplier atau distributor besar juga tak mah rugi. Asalnya tetap pada keuntungan, jadi bebannya itu dibagi dengan menaikkan harga. Otomatis harga di tingkat bawah akan tinggi," katanya.

Namun, kata dia, saat ini harga kebutuhan pokok di pasar tradisional masih stabil. "Kalau sekarang masih stabil, tidak tahu kalau sudah diberlakukan PPN. Makanya kami harap wacana itu tidak jadi," ucap Asep.

(bbn/bbn)