Pasar Pangandaran Direvitalisasi, Pedagang Direlokasi ke Lapang Wonoharjo

Faizal Amiruddin - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 09:24 WIB
Kondisi Pasar Pangandaran
Foto: Kondisi Pasar Pangandaran (Faizal Amiruddin/detikcom).
Pangandaran -

Lokasi penampungan sementara pedagang pasar Pangandaran berubah. Semula pedagang akan direlokasi sementara ke lahan yang terletak di dekat taman Pesona Pangandaran. Namun rencana itu terkendala karena pemilik lahan tak berkenan, tanah miliknya digunakan untuk pasar sementara.

Kemudian rencana relokasi beralih ke sebuah lahan yang terletak di belakang kampus SMP Negeri 1 Pangandaran. Namun rencana itu pun batal, karena lahan tersebut dianggap tidak memungkinkan.

"Akhirnya diputuskan lokasi pemindahan sementara pedagang Pasar Pangandaran ke Lapang Desa Wonoharjo," kata Kepala Dinas Perdagangan Pangandaran Tedi Garnida, Selasa (15/6/2021).

Tedi mengatakan tidak hanya lapang yang akan digunakan namun sebagian lahan di belakang lapang sepakbola itu akan digunakan untuk menampung 1.154 pedagang pasar Pangandaran. "Jadi kebutuhan lahan untuk menampung pedagang seluas 1,2 hektar, perhitungan kami di Wonoharjo itu ada lahan seluas 1,5 hektar. Kami kira cukup untuk dijadikan penampungan sementara," kata Tedi.

Mengenai apakah pedagang tidak keberatan, mengingat lokasi relokasi terbilang jauh dari lokasi pasar saat ini, Tedi mengatakan justru pedagang banyak yang mendukung. "Pedagang mendukung, karena mayoritas pedagang pasar Pangandaran berdomisili di Desa wonoharjo," kata Tedi.

Saat ini pihaknya tengah melakukan perencanaan ulang karena ada hal teknis yang harus disesuaikan akibat perpindahan lokasi. Untuk membuat tempat dagang sementara itu, Pemkab Pangandaran menyediakan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk membuat pasar sementara yang akan ditempati selama kurang lebih 1 tahun tersebut.

Jika relokasi sementara sukses dilakukan di tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pangandaran selanjutnya akan memulai pembangunan Pasar Pangandaran di tahun depan. "Untuk membangun Pasar Pangandaran kami mengajukan perencanaan pembangunan senilai Rp 85 miliar," kata Tedi.

Dia menjelaskan selain membangun pasar, anggaran tersebut akan digunakan pula untuk melakukan penataan sistem drainase di sekitar pasar. Sehingga masalah drainase yang sering dikeluhkan oleh pengunjung pasar bisa diatasi. Dia juga mengatakan pembangunan pasar tidak akan dibangun dua lantai. Hal ini bertujuan untuk menghindari potensi sepinya pembeli di lantai dua.

Simak juga 'Daftar 22 Provinsi di Indonesia yang Lampu Kuning COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)