Kasus Corona Meningkat, Bupati Pangandaran: Kami Pasang Kuda-kuda

Faizal Amiruddin - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 16:25 WIB
Rapat koordinasi penanganan COVID-19 di Pangandaran
Foto: Rapat koordinasi penanganan COVID-19 di Pangandaran (Faizal Amiruddin/detikcom).
Pangandaran -

Tren kasus Corona di Jawa Barat mengalami peningkatan. Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyiapkan langkah antisipasi demi mencegah penyebaran COVID-19.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menggelar koordinasi dengan seluruh Satgas COVID-19 tingkat kecamatan. Rapat tidak dilakukan sekaligus, namun digelar per wilayah.

"Kami lakukan langkah-langkah antisipasi, pasang kuda-kuda, agar peningkatan kasus Corona tidak terjadi di Pangandaran," kata Jeje, Senin (14/6/2021).

Dia mengakui Pangandaran pun mengalami kenaikan. Hari ini ada 128 pasien positif Corona, 38 dirawat di RSUD sisanya isolasi mandiri. Pangandaran masuk ke kategori zona oranye. "Dalam seminggu ini ada 5 orang yang meninggal dunia," kata Jeje.

Selain itu diketahui pula bahwa akhir pekan lalu, tim Satgas sempat menutup sebuah penginapan di Pantai Barat Pangandaran, menyusul 3 orang karyawannya positif Corona.

"Jumat sampai Minggu, penginapan itu kita tutup sementara. Pegawai yang positif sudah ditangani dan dilakukan tracing. Tamunya dipindahkan dulu ke hotel lain. Penginapannya disterilisasi, disemprot disinfektan. Sekarang sudah boleh buka kembali," kata Jeje.

Sementara itu terkait aktivitas sekolah dan pariwisata Jeje mengaku masih melihat perkembangan. Jika terus naik, maka akan dilakukan langkah penutupan.

"Makanya mari kita jaga bersama, kalau sampai merah semua bisa ditutup lagi," kata Jeje.

Sementara untuk sekolah, kata dia, menyesuaikan jika di satu desa ada kasus positif maka semua sekolah di desa tersebut diliburkan sementara. "Wisata masih dibuka, tapi pengawasan diperketat," kata Jeje.

Mengenai rasio jumlah pasien dan tempat tidur perawatan, menurut Jeje masih terbilang aman. "BOR kita di bawah 50 persen, punya bed 80 sekarang terisi 38. Sebelumnya pernah mencapai angka 62 persen," kata Jeje.

Hal lain yang menjadi sorotan adalah rendahnya realisasi vaksinasi bagi lansia. Jumlah Lansia target vaksinasi di Pangandaran berjumlah 60.666 orang, tapi sampai saat ini baru 5.036 Lansia yang sudah divaksinasi. "Iya itu vaksinasi Lansia perlu digenjot lagi. Saya targetkan 12.000 dosis vaksin yang kita miliki bisa tersalurkan dalam 2 minggu ke depan," kata Jeje.

Caranya petugas akan didorong lebih keras untuk semakin gencar melakukan sosialisasi dan masyarakat Lansia terus diedukasi agar mau menjalani vaksinasi. "Itu kan kendalanya karena Lansia termakan hoaks, mereka jadi takut divaksin," kata Jeje.

(mso/mso)