Kasus Corona Melonjak, PTM di Cimahi Berpotensi Ditunda

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 14:25 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Cimahi -

Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Cimahi berpotensi ditunda selama satu bulan. Alasannya, perkembangan kasus positif COVID-19 sedang dalam fase kritis.

Namun keputusan tersebut akan merujuk pada perkembangan kasus COVID-19 di Kota Cimahi selama tiga sampai empat minggu ke depan. Pasalnya lantaran potensi masih sangat mungkin terjadi.

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan COVID-19, kasus positif di Kota Cimahi naik hingga 250 persen dalam beberapa pekan terakhir setelah libur Idul Fitri.

Sementara jika merujuk pada data di Pusat Informasi COVID-19 Cimahi (PICC), jumlah kasus di Cimahi hingga saat ini menembus 6.350 kasus. Rinciannya 519 orang masih terkonfirmasi aktif, lalu 142 orang meninggal dunia, dan angka kesembuhan mencapai 5.689 orang.

"Menyikapi data itu, jika kasus meningkat terus maka PTM tidak akan dilaksanakan pada 19 Juli sebagai hari pertama masuk sekolah semester ganjil tahun 2021-2022. Tetapi ditunda sampai bulan Agustus atau selama sebulan," ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi Harjono, kepada wartawan, Senin (14/6/2021).

Jika melihat perkembangan kasus COVID-19 pada kalangan siswa dan guru, hingga saat ini jumlah siswa SD yang terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 23 orang, siswa SMP sebanyak enam orang.

"Lalu untuk guru TK yang positif ada 2 orang, guru SD bertambah jadi 18 orang, guru SMP ada empat yang terkonfirmasi positif," kata Harjono.

Dari tracing dan tracking yang dilakukan dirinya menyebut hampir semua warga di lingkungan sekolah yang terpapar diyakini bukan berasal dari pelaksanaan simulasi PTM tahap I dan II.

"Kami yakini ini bukan dampak dr pelaksanaan simulasi PTM tahap I ataupun tahap II. Kita catat ada 5 SD dan 5 SMP yang tidak menjalani simulasi PTM, lalu tiga SD ada siswanya yang positif, jadi semua karena aktivitas di lingkungan keluarganya," ucapnya.

"Kita juga mensinyalir setelah simulasi PTM itu kan dilanjutkan dengan penilaian akhir tahun (PAT), nah di situ ada muncul kasusnya. Akhirnya diputuskan semua sekolah di Cimahi WFO diturunkan jadi 25 persen," ujar Harjono.

(mso/mso)