Corona di Garut Menggila, 2 Ribu Kasus Baru dalam 13 Hari

Hakim Ghani - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 12:40 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono)
Garut -

Kasus COVID-19 menggila di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dua ribuan kasus baru ditemukan dalam 13 hari pertama pada Juni 2021.

Peningkatan kasus COVID-19 di Garut terus mengalami lonjakan. Selama bulan Juni 2021 ini, penambahan kasus per harinya berada di atas angka seratus. Rinciannya sebagai berikut: Selasa (1/6) 140 kasus, Rabu (2/6) 85 kasus, Kamis (3/6) 119 kasus, Jumat (4/6) 133 kasus, Sabtu (5/6) 172 kasus, Minggu (6/6) 219 kasus, Senin (7/6) 102 kasus, Selasa (8/6) 253 kasus, Rabu (9/6) 161 kasus, Kamis (10/6) 175 kasus, Jumat (11/6) 253 kasus, Sabtu (12/6) 265 kasus, dan Minggu (13/6) 240 kasus.

Jika dihitung keseluruhan, selama bulan Juni 2021 ini, total kasus Corona di Garut yang terkonfirmasi bertambah sebanyak 2.317 kasus. Penambahan yang paling banyak terjadi pada Sabtu (12/6). Pemkab Garut menyatakan pada hari tersebut ada 265 kasus.

Penambahan 265 kasus itu juga menjadi rekor penambahan kasus COVID-19 terbanyak yang terkonfirmasi oleh Pemkab Garut selama pandemi COVID-19 berlangsung. Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan COVID-19 Garut, hingga Senin pagi ini, total ada 12.342 kasus yang terkonfirmasi di Kabupaten Garut.

"1.879 kasus isolasi mandiri, 538 kasus isolasi di rumah sakit, 9.372 kasus sembuh dan 553 kasus meninggal dunia," ucap Humas Satgas COVID-19 Garut Yeni Yunita.

Akibat meroketnya kasus Corona ini, Pemda Garut kemudian mengeluarkan sejumlah kebijakan. Di antaranya adalah membatasi kunjungan wisatawan. Selain itu, tempat keramaian dan fasilitas umum juga hanya boleh diisi 25 persen dari kapasitas.

"Tempat wisata tetap dibatasi untuk menghindari kerumunan orang. Dibatasi 25 persen dari kapasitas tempat," ucap Bupati Garut Rudy Gunawan.

Selain membatasi tempat wisata, fasilitas umum dan pusat keramaian, Pemkab Garut juga memutuskan untuk menghentikan kembali proses pembelajaran tatap muka (PTM).

"Hasil rapat satgas, jadi untuk Garut ini ada beberapa pembatasan. Salah satunya adalah selama dua minggu (sekolah) tatap muka, sekarang ditutup dulu. Ditutup lagi," ujar Wabup Helmi Budiman awal Juni lalu.

Penghentian sekolah tatap muka dilakukan Pemkab Garut pada tanggal 1 Juni lalu. Sekolah yang pembelajarannya dilangsungkan secara tatap muka dihentikan selama empat belas hari. Hingga Senin (14/6) ini, Pemkab Garut belum mengeluarkan keputusan lagi terkait hal tersebut.

(bbn/bbn)