Beli Serum Anti Bisa Ular di RSUD Palabuhanratu, Warga: Mahal-Tanpa Kwitansi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 17:39 WIB
Seorang tukang kebun menjadi korban dipatuk ular di Sukabumi
Seorang tukang kebun menjadi korban dipatuk ular di Sukabumi (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Seorang warganet menyoroti harga vial Serum Anti Bisa Ular (SABU) di RSUD Palabuhanratu yang dianggap mahal. Anehnya, bukti pembelian itu tidak disertai dengan kwitansi.

Salah satunya yang diceritakan Edi Mulyana, warga Kampung Bojongsoka, Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Edi adalah kakak dari Maman Surachman warganet yang membuat unggahan soal mahalnya harga vial SABU tersebut.

Edi menceritakan, ia saat itu ditawari vial SABU oleh pegawai rumah sakit yang menangani pekerja kebunnya Amir yang terpatuk ular pada Kamis (3/6) lalu. Ia mengaku diminta untuk membeli 2 vial SABU.

"Pegawai rumah sakit itu bilang kalau yang langsung ke pihak rumah sakit tetap harus bayar harus Rp 2,2 juta (untuk 2 vial) kwitansinya ada kata dia gitu. Kata dia ini ada di saya ada satu teman saya ada satu jadi dua, cuma saat itu belum memberikan harga, ketika mau pulang baru dia kasih harga asalnya dua vial itu Rp 2 juta," cerita Edi, Jumat (11/6/2021).

Menurut Edi harga itu juga bisa ditawar, bahkan ada dua harga yang ditawarkan berbeda antara pegawai yang menangani medis dengan di bagian administrasi.

"Pegawai yang nanganin kasih harga Rp 1 juta, yang bagian pembayaran kasih harga Rp 1,1 juta satu vialnya. Saya sempat berdebat akhirnya harganya jatuh ke Rp 700 ribu, hanya katanya enggak pakai kwitansi hanya ada surat resep saja. Katanya kalau pakai kwitansi harganya Rp 1,1 juta," ujar Edi.

Menurut Edi, banyak warga di kampungnya yang menganggap harga vial serum itu mahal meskipun Rp 700 ribu. Ia mengatakan saat ini warga sangat butuh penanganan medis cepat, sejak awal tahun ini sudah ada 20 orang warga kampung yang menjadi korban patukan ular. Di antaranya memilih berobat ke pawang.

"Korban ada 20 orang, rata-rata yang di kebun, 1 orang meninggal pak ustaz Surya. Kalau menurut saya harga segitu kemahalan kalau sampai Rp 1,1 juta, rata-rata enggak dibawa ke RS karena mahal setelah tahu harganya akhirnya memilih ke pawang," pungkas Edi.

Sebelumnya, Dirut RSUD Palabuhanratu Damayanti mengaku akan mengecek lebih dahulu terkait persoalan vial Serum Anti Bisa Ular (SABU).

"Aku akan confirm dulu ya, karena itu masalahnya teknis aku akan tanyakan dulu ke bidang pelayanan tentang vial untuk Serum Anti Bisa Ular nanti bidang pelayanan yang akan konfirmasi.

(sya/mud)