Diteror Ular, Warga Sukabumi Keluhkan Harga Serum Anti Bisa Rp 1,4 Juta

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 16:20 WIB
pria memegang ular
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Sukabumi -

Tokoh masyarakat Kampung Bojongsoka, Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi membuat unggahan di media sosial Facebook soal mahalnya harga satu vial Serum Anti Bisa Ular (SABU) di RSUD Palabuhanratu.

Melalui akun media sosial miliknya 'Putra Pasundan', Tokmas bernama Maman Surachman itu juga menceritakan soal sudah ada beberapa petani yang dipatuk ular, bahkan ada seorang ustaz yang meninggal dunia karena patukan ular. Unggahan Maman juga ditujukan kepada Bupati Sukabumi.

"Yth. Bupati kab Sukabumi.
Ass.wr wb.pak bupati
Saya adalah warga Bojong Soka desa limusnunggal kec Bantar gadung, ada beberapa hal yg perlu saya sampaikan kepada bapak :

1. Didesa kami mungkin desa lain juga begitu, sdh beberapa orang petani yg jadi korban di patuk ular kobra ,gibug/ular tanah/ Derik, dan sdh beberapa org yang minggal dunia .

2. Bhwa penanganan rmh sakit dlm hal ini rmh sakit daerah pelabuhan ratu,tidak berpihak kepada masy kecil dlm hal ini para petani atau upah buruh tani yg jdi korban gigitan ular, karena SABU (serum anti bisa ular) dijual di UGD sangat mahal. 1 vial dihargakan Rp 7500.000 s/d 1 juta.hal terbukti dua hari lalu buruh tani harus bayar di UGD ke oknum 1,4 juta untk 2 vial,tanpa mmberi kwitansi. dan Rp 400.000 bayar ke kasir diberi kwitansi.sehingga buruh tani harus bayar 1,8 juta.

3. Mhon hal tsb untk menjadi perhatian p bupati dan Kadinkes kab Sukabumi.dan untk menyelamatkan warga bapak dri gigitan ular berbisa mhon di puskesmas atau bidan desa bisa di sediakan SABU. Sehingga warga bisa terselamatkan.

4.atas perhatian bapak di ucapkan trimaksih," tulis Maman dalam unggahan medsosnya seperti dilihat detikcom, Jumat (11/6/2021).

Dihubungi detikcom, Maman membenarkan soal unggahannya itu. Banyak warga yang terpatuk ular bahkan sampai meninggal dunia.

"Warga saya sekarang ini resah, kyai saya pimpinan pondok pesantren ustaz Surya meninggal tidak tertolong dipatuk ular kejadiannya 4 bulan yang lalu, kemudian ada juga petani namanya Pak Samsu juga dipatuk ular. Lalu ada juga sesepuh warga Limusnunggal juga dipatuk ular, setiap ke rumah sakit korbannya ini harga satu vial SABU-nya mahal kemarin saya bayar Rp 1,4 juta," kata Maman.

Maman mengaku sempat mengecek dan mencari tahu harga satu buah Vial SABU. Ia mengaku tercengang karena harganya kurang dari Rp 400 ribu.

"Saya cek harganya Rp 332 ribu, sementara perjalanan dari kampung saya ke RSUD Palabuhanratu itu cukup jauh. Saya berharap ada langkah-langkah yang baik untuk warga dari Pak Bupati," ungkap Maman.

Terpisah, Dirut RSUD Palabuhanratu Damayanti mengaku akan mengecek lebih dahulu terkait persoalan vial Serum Anti Bisa Ular (SABU).

"Aku akan confirm dulu ya, karena itu masalahnya teknis aku akan tanyakan dulu ke bidang pelayanan tentang vial untuk Serum Anti Bisa Ular nanti bidang pelayanan yang akan konfirmasi.," kata Damayanti.
Attachments area

(sya/mud)