Sempat Idap Guillain-Barre Syndrome, Guru Susan: Jangan Takut Vaksin

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 08:18 WIB
Guru Susan
Foto: Guru Susan (Istimewa).
Sukabumi -

Beberapa waktu lalu, Susan Antela guru honorer SMAN 1 Cisolok hanya bisa terbaring lemas di atas tempat tidurnya gegara mengalami Guillain-Barre Syndrome (GBS). Dia mengalami penyakit tersebut usai menjalani vaksinasi COVID-19 tahap kedua.

Namun setelah lama tidak ada kabar, dia muncul dengan kondisi yang jauh lebih sehat. Dia bahkan memberi pesan kepada masyarakat melalui sebuah unggahan video agar tidak takut untuk divaksinasi COVID-19.

"Assalamuallaikum, masyarakat semuanya dengan kondisi COVID sekarang jangan takut untuk melakukan vaksin, karena pemerintah tahu yang terbaik untuk kita semua. Untuk apa, ya untuk kembali normal lagi seperti sedia kala," kata Susan, Jumat (11/6/2021).

Dia menyebut vaksin bukan sesuatu yang menakutkan. Susan juga menyinggung soal kejadian yang dialaminya usai menjalani vakasinasi COVID-19.

"Vaksin itu bukan sesuatu yang menakutkan karena itu semua sebenarnya tergantung dari kondisi tubuh masing-masing. Semisal untuk kita melakukan vaksin itu kan di cek dulu kalau lulus oke berarti melakukan vaksin. Adapun semisal saya lulus kemarin ternyata kondisi saya seperti ini ya tadi sudah disampaikan sebelumnya bahwan kondisilah yang berbeda dari yang lain," katanya.

Untuk itu, dia kembali mengingatkan warga agar menjalani vaksinasi. Pasalnya, kata dia, vaksinasi bagian dari upaya untuk mengatasi pandei COVID-19 ini.

"Untuk masyarakat semuanya dari kalangan apapun ikuti anjuran pemerintah karena insya allah pemerintah tidak menjerumuskan ke kalian tidak baik, ini untuk kestabilan kita semua. Jangn lupa vaksin," ujar Susan.

Dihubungi detikcom, Susan mengaku kondisinya semakin membaik meski belum pulih total. Saat ini dia sudah kembali berbicara namun untuk berdiri dan melihat belum begitu membaik.

"Alhamdulillah, pulih total belum. Kondisi sekarang berjalan normal belum bisa berdiri (masih) dipapah dibantu, penglihatan sudah bisa jelas tapi tidak senormal biasanya, bicara sudah lancar meskipun harus pelan enggak seperti biasanya," kata Susan.

Susan mengaku keinginannya untuk mengajar semakin menggebu seiring kondisinya saat ini. Ia mengaku rindu dengan suasana sekolah terlebih dengan rekan sesama guru dan siswanya.

"Alhamdulillah berkat semuanya, sekarang masih di Palabuhanratu dengan Sekarwangi, keinginan mengajar menggebu-gebu anak anak sudah pada nanyain kondisi ibu gimana. Karena bisa dibilang paling heboh (di sekolah)," pungkas Susan.

Diberitakan sebelumnya, Sebelumnya, Kelumpuhan dan gangguan penglihatan tiba-tiba dialami seorang guru perempuan bernama Susan (31). Tenaga pendidik di SMAN 1 Cisolok, Kabupaten Sukabumi, itu sebelumnya menjalani suntik vaksin COVID-19 yang kedua.

Kisah pilu guru Susan ini diungkap salah satu akun media sosial. Soal kelumpuhan dan gangguan penglihatan dialami Susan ini disorot warganet.

Lihat lagi video saat 'Sambil Terisak, Guru Susan Cerita Dirinya Lumpuh Usai Vaksinasi':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/mso)