Hanya Kecamatan Cidadap Nihil Kasus Corona di Kota Bandung

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 11:41 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono)
Bandung -

Cidadap menjadi satu-satunya kecamatan di Kota Bandung yang nihil kasus COVID-19 aktif per Rabu (9/6). Sekadar diketahui, Kota Bandung menaungi 30 kecamatan.

Wilayah Cidadap terdiri tiga kelurahan yang meliputi Hegarmanah, Ciumbuleuit dan Ledeng. "Cidadap nihil kasus aktif per hari kemarin," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Kota Bandung Rosye Arosdiani di Balai Kota Bandung, Kamis (10/6/2021).

Ia menjelaskan data kasus COVID-19 di Kota Bandung dinamis atau naik turun setiap harinya. Pihaknya meminta agar masyarakat Kota Bandung tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Sebetulnya nihil untuk kasus aktif per hari kemarin, itu bukan jaminan. Mungkin hari ini bisa ada kasus lagi, itu sangat memungkinkan," ujarnya.

Kecamatan dengan kasus COVID-19 tertinggi di antaranya Buahbatu, Ujungberung dan Rancasari. "Buahbatu 69 kasus, Ujungberung 60 kasus dan Rancasari 53 kasus," ujarnya.

Data yang dihimpun dari Pusat Informasi COVID-19 (Pusicov) Kota Bandung, tercatat jumlah kasus aktif 882 kasus, sembuh 19.173 orang dan meninggal 359 orang. Rosye mengatakan untuk kasus aktif di Kota Bandung lebih rendah dibandingkan persentase angka nasional dan provinsi.

"Jadi kasus COVID-19 di Kota Bandung per hari kemarin ada 20.354 kasus, dengan kasus aktif 822 atau 4,04 persen. Lebih rendah dibandingkan kasus aktif nasional di 5,4 persen atau Jabar 6,5 persen," tuturnya.

Kesembuhan COVID-19 di Kota Bandung pun lebih tinggi dari persentase angka nasional dan provinsi. "Sedangkan untuk kesembuhan, tercatat 19.173 atau 94,2 persen dan itu lebih tinggi dibanding kasus kesembuhan nasional 91,8 persen dan Jabar 92,1 persen," ujar Rosye.

Sedangkan jumlah yang meninggal berkaitan kasus COVID-19, Kota Bandung lebih rendah dari persentase angka nasional, tapi lebih tinggi dari persentase angka provinsi. "Untuk kasus meninggal di Kota Bandung ada 359 atau 1,76 persen dan ini lebih rendah dari angka nasional 2,8 persen, tapi lebih tinggi dari angka Jabar 1,34 persen," katanya.

Penyebaran COVID-19 kembali meningkat usai liburan Lebaran 2021. "Sebetulnya peningkatan kasus itu ada penyebaran, berhubungan dengan pergerakan dan interaksi. Tentunya, walaupun berupaya keras dengan berbagai kegiatan yang kita lakukan, hasilnya sesudah liburan ada peningkatan kasus," ujar Rosye.

(wip/bbn)