Jabar Hari Ini: Kerumunan Ojol Order BTS Meal dan Kasus Corona Mengganas

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 20:46 WIB
Ojol Berkerumun di Bandung
Foto: Kerumunan ojol oreder BTS Meal di McD Bandung (Wisma Putra/detikcom).

Lonjakan COVID-19 di Lima Daerah di Jabar

Lonjakan kasus COVID-19 mulai terlihat setelah tiga minggu pasca lebaran. Satgas COVID-19 Nasional melaporkan, ada lima kabupaten/kota di Jawa Barat yang menjadi penyumbang kasus virus Corona terbanyak secara presentase.

Tak tanggung-tanggung kenaikannya pun berlipat-lipat, seperti halnya Ciamis yang naik 700 persen, Bandung 261 persen, Cianjur 188 persen, Karawang 152 persen dan Cirebon 115 persen.

Berdasarkan laporan dari Pusat Informasi dan Koordinasi Jawa Barat (Pikobar) lonjakan kasus di Ciamis mulai terlihat pada 19 Mei. Dari rata-rata belasan kasus per hari melonjak ke angka 56 kasus.

Lonjakan itu terus berlangsung, dengan titik penambahan kasus tertinggi pada 1 Juni 2021 dengan tambahan 72 kasus.

Khusus untuk Ciamis, saat ini daerah tersebut masuk ke dalam zona merah atau daerah dengan risiko COVID-19 yang tinggi. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengungkap penyebab terjadinya lipatan kasus tersebut.

"Pertama, pasien yang terkonfirmasi lanjut usia dan punya penyakit bawaan. Kemudian ketika datang ke RSUD kondisinya sudah kritis, koma baru datang," ujar Herdiat, Selasa, 8 Juni 2021 saat ditemui di Kantor BKPSDM Ciamis.

Faktor lainnya jumlah kematian pasien cukup banyak, adanya warga perantau yang meninggal karena COVID-19 yang KTP-nya Ciamis, sehingga datanya masuk ke dalam Ciamis.

"Warga KTP Ciamis, sakit di perantauan, dirawat di perantauan namun dikubur di Ciamis, banyak seperti itu masuk data Ciamis berdasarkan KTP. Jumlahnya itu tidak sedikit sehingga cukup tinggi juga," ungkapnya.

Hari ini pun, 9 Juni 2021 Jabar menjadi penyumbang kasus COVID-19 secara nasional. Tercatat di Jabar bertambah 1.562 kasus. Diikuti Jawa Tengah dengan 1.457 kasus dan DKI Jakarta dengan 1.376 kasus.

Secara akumulasi, saat ini kasusCOVID-19 di Jabar mencapai 322.624 kasus. 21.070 di antaranya masih menjalani isolasi atau perawatan, 297.194 telah selesaiisolsai dan 4.360 orang meninggal dunia.