Kasus COVID-19 Naik, BOR di Bandung Capai 81 Persen

Muhammad Iqbal - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 16:21 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Kabupaten Bandung -

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung melaporkan terjadinya peningkatan kasus COVID-19 dalam sepekan terakhir. Salah satunya terlihat dari mulai penuhnya tempat tidur khusus pasien positif COVID-19 di sejumlah rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Mediana membenarkan telah terjadi lonjakan kasus positif COVID pasca libur panjang. Hal tersebut menyebabkan terjadi peningkatan keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di sejumlah rumah sakit.

"Memang untuk Kabupaten Bandung ada kenaikan kasus yang lumayan dibandingkan dengan hari sebelumnya. Dalam kondisi ini kita melihat BOR di Kabupaten Bandung pun sudah cukup tinggi," kata Grace kepada detikcom di kantornya, Rabu (9/6/2021).

Grace menyebutkan, pada hari ini angka keterisian BOR mencapai 81 persen. Persentase tersebut sempat meninggi pada hari sebelumnya yang mencapai 84 persen.

"Sampai saat ini, keterisian (BOR) sampai 81 persen, kemarin sempat mencapai 84 persen," ucap Grace.

Sekadar diketahui, ada tujuh rumah sakit yang menangani kasus COVID-19 di Kabupaten Bandung. Dari tujuh rumah sakit hanya disediakan 300 tempat tidur untuk menangani kasus COVID.

Bila melihat data di Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat, per tanggal 6 Juni 2021, tingkat BOR di Kabupaten Bandung mencapai 85,11 persen atau tersisa sekitar 41 kasur.

Salah satu rumah sakit milik Provinsi Jabar yakni RSUD Al-Ihsan yang berada di Kabupaten Bandung kini tersisa 10 bed dari 148 bed. Tujuh bed dari 132 bed untuk menangani pasien bergejala ringan atau hijau dan tiga bed dari 4 bed untuk gejala sedang atau kuning. Sementara kasur bagi pasien gejala berat atau merah tercatat sudah penuh dari 12 kasur yang ada.

"Kami mendapatkan informasi Dinkes Jabar akan ada penambahan 55 bed di dua rumah sakit Provinsi Jabar yang ada di Kabupaten Bandung. Salah satunya 40 bed untuk RS Al-Ihsan," ujar Grace.

Saat ini, angka total kasus positif berada di angka 15.236, ada sekitar 1.235 pasien masih dirawat, 13.741 dinyatakan sembuh dan 260 meninggal dunia. Dari total kasus tersebut, kata Grace, kluster keluarga masih menjadi penyumbang tertinggi.

"Tetap di Kabupaten Bandung yang masih menduduki posisi tinggi itu kluster keluarga, kemudian kluster pesantren, perkantoran dan pelaku perjalanan," tuturnya.

(mso/mso)