Ini Penyebab Bandung Barat 2 Kali Zona Merah COVID-19 dalam Sebulan

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 14:20 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung Barat -

Kabupaten Bandung Barat saat ini kembali masuk ke zona merah atau daerah risiko tinggi penyebaran COVID-19. kondisi ini merupakan yang kedua kalinya dialami KBB hanya dalam kurun waktu satu bulan.

KBB juga sempat berada di zona merah penyebaran COVID-19 pada 6 Mei 2021 atau sepekan menjelang Idul Fitri. Saat itu Pemkab Bandung Barat memutuskan menutup total kawasan wisata Lembang untuk sepekan mulai 7-14 Mei.

"Ini yang kedua dalam satu bulan terakhir. Jadi sebelum lebaran itu kita masuk zona merah, lalu ke zona oranye, dan sekarang ke zona merah lagi," ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 KBB Agus Ganjar Hidayat kepada detikcom, Rabu (9/6/2021).

Sejumlah faktor yang menjadi penyebab kembali terjerembabnya Bandung Barat dari zona oranye ke zona merah yakni lonjakan drastis kasus COVID-19 terutama setelah libur lebaran.

Sebagai perbandingan berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi (PIK) Bandung Barat, saat ini angka kasus COVID-19 menyentuh 7.930 kasus. Rinciannya 635 orang positif aktif, 7.189 orang dinyatakan sembuh, dan 106 orang meninggal dunia.

Angka itu melonjak dibanding kasus COVID-19 di Bandung Barat pada 2 Juni atau sepekan lalu. Saat itu, kasus COVID-19 sebanyak 7.550 orang. Rinciannya 441 orang positif, 7.010 orang dinyatakan sembuh, dan 99 orang meninggal dunia.

Kendari demikian, pihaknya menampik jika kemunculan klaster COVID-19 dari warga Cibogo, Lembang dan klaster pegawai IKEA jadi penyebab utama masuknya KBB ke zona merah.

"Tidak bisa dilihat hanya dari dua lokasi itu. Penambahan kasus itu dari beberapa kecamatan, jadi bukan hanya dari klaster seperti yang disebutkan itu (Cibogo dan IKEA). Kita tidak bisa spesifik melihat dua daerah itu jadi penyebabnya," kata Agus.

Penyebab lainnya yakni tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) untuk pasien COVID-19 di semua RSUD di wilayah KBB penuh. Di KBB sendiri tiga RSUD yang digunakan sebagai rumah sakit rujukan COVID-19 yakni RSUD Lembang, RSUD Cililin, dan RSUD Cikalongwetan.

"Ketersediaan ruang isolasi untuk COVID-19 di tiga rumah sakit KBB juga semuanya penuh," bebernya.

Agus mengaku belum mengetahui seperti apa tindaklanjut yang bakal diterapkan oleh Pemkab Bandung Barat dari masuknya KBB ke zona merah.

"Kita akan rapat dan lakukan evaluasi dulu, jadi apakah wisata akan ditutup itu tidak tahu. Di satu sisi kita harus menekan COVID-19 tapi di sisi lain ekonomi harus berjalan. Terkait simulasi PTM juga nanti akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan sebagai yang berwenang," tandasnya.

(mud/mud)