Muncul Klaster Hajatan, Pemkab Cianjur Larang Resepsi Pernikahan

Ismet Selamet - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 13:47 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Cianjur -

Pemerintah Kabupaten Cianjur keluarkan larangan kegiatan hajatan atau resepsi pernikahan. Hal itu dilakukan menyusul adanya temuan 28 orang terpapar COVID-19 dari klaster hajatan di Kecamatan Cibinong.

Larangan tersebut juga tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Cianjur Nomor 003/3780/Kesra, tentang larangan segala bentuk kegiatan yang berpotensi menciptakan kerumunan dan keramaian.

"Jadi setelah munculnya klaster hajatan, dengan 28 orang Desa Padasuka Kecamatan Cibinong yang positif COVID-19 , pak bupati langsung mengeluarkan surat larangan resepsi hajat nikah yang diberlakukan mulai tanggal 8 Juni 2021 sampai batas tidak ditentukan," ujar Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Gugus Tugas COVID-19 Cianjur Yusman Faisal, Rabu (9/6/2021).

"Tapi untuk pelaksanaan akad nikah boleh, dengan dihadiri hanya oleh keluarga dan jumlah yang hadir dibatasi," ucap dia.

Yusman menjelaskan larangan tersebut tidak hanya berlaku untuk resepsi pernikahan, namun untuk semua kegiatan yang memang berpotensi menimbulkan keramaian dan kerumunan.

"Pokoknya semua aktivitas yang menimbulkan kerumunan, dilarang," ucapnya.

Bupati Cianjur Herman Suherman menegaskan dengan adanya kluster hajatan pertama yang terjadi di Cibinong, masyarakat diminta tidak mengabaikan aturan yang diterapkan oleh pemerintah.

"Kita semua harus sadar soal bahaya COVID-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerjasama dari masyarakat, upaya perintah untuk menekan virus Covid-19 akan sia-sia. Larangan ini juga dibuat agar tidak ada lagi klaster hajatan yang berikutnya," kata dia.

Sebelumnya, sebanyak 28 orang warga Desa Padasuka Kecamatan Cibinong, Cianjur, terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan swab test PCR. Mereka terpapar usai menghadiri acara hajat nikah.

(mso/mso)