Round-Up

Teka-teki Pemilik Motor 'Tak Bertuan' di Stasiun Kereta Bandung

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 09:42 WIB
Melihat motor tak bertuan yang terparkir di Stasiun Bandung setahun lebih
Motor tak bertuan terparkir bertahun-tahun di Stasiun Bandung (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Pemilik sepeda motor 'tak bertuan' di Stasiun Kereta di Bandung masih menjadi teka-teki. Pasalnya, sang empunya motor tak datang mengambil mengambil kendaraannya selama bertahun-tahun.

Informasi yang dihimpun detikcom, ada empat sepeda motor yang 'tak bertuan' di stasiun kereta di Bandung. Dua sepeda motor di Stasiun Bandung dan dua sepeda motor lainnya ada di Stasiun Kiaracondong.

Pantauan detikcom di Stasiun Bandung, kain pelindung hujan yang menaungi sepeda motor matic itu rombeng dan kusam karena dihantam cuaca. Tercantol helm full face di bagasi depan, dengan sebuah botol minum di dalamnya.

Di dalam saku bagasi depan, terdapat juga brosur iklan butik yang kondisinya nyaris tak terbaca karena tergerus air. Keberadaan sepeda motor ini cukup mencolok, karena di bawah pijakannya tumbuh rerumputan seolah lama tak bergeming dari tempatnya.

Tak berbeda dengan kondisi motor matic, sebuah motor bebek tahun 70'an juga seolah 'tak bertuan' meski ada sebuah helm yang tercantol di atas spionnya. Cat merah yang membalut tubuhnya, terlihat pudar.

Nasib sepeda motor yang sama juga terpantau ada di Stasion Kiaracondong. Di sana terdapat dua sepeda motor sport dan bebek yang menurut penuturan petugas parkir, telah hampir dua tahun tak diambil oleh pemiliknya.

Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung Kuswardoyo membenarkan terdapat beberapa kendaraan yang tak diambil oleh pemiliknya dalam waktu yang relatif lama. Dari data yang didapatkannya dari pengelola parkir, motor matic hijau itu masuk sejak Januari 2020.

Kendati begitu, menurut Kuswardoyo anak perusahaan KAI PT Reska Multi Usaha (RMU) yang mengelola parki akan melaporkan kepada keamanan internal jika ada kendaraan yang tak diambil pemiliknya dalam jangka waktu satu minggu.

"Kalau satu minggu RMU melapor ke keamanan internal, kalau satu bulan nanti kita laporkan kepada kepolisian. Kemudian dicari siapa pemilik kendaraan tersebut karena itu kan yang punya datanya polisi, kalau nanti memang memungkinkan kita telusuri," kata Kuswardoyo.

Kasusnya tak hanya motor, tetapi dikatakannya, beberapa waktu yang lalu juga ada juga mobil. Menurut Kuswardoyo dulu pernah ada mobil yang terparkir selama lima bulan di Stasiun Bandung.

"Sampai lima bulan, ternyata pemiliknya setelah kita telusuri masih ada di Kalimantan atau luar Jawa. Dia datang ke stasiun karena ada tugas, dan berpikir kalau tugasnya itu akan selesai dalam hitungan beberapa hari, tapi ternyata dia harus bertugas selama lima bulan," ujarnya.

Tak jarang juga, ia menemukan adanya pengendara yang sengaja memarkirkan kendaraannya di stasiun dalam waktu yang lama. "Ada yang sengaja ditinggalkan karena ribut dengan pacarnya, setelah dihubungi akhirnya ketahuan, baru diambilah kendaraan itu oleh keluarganya," ujarnya.

"Tapi ada juga yang benar-benar lupa menyimpan kendaraannya di stasiun, dia pikir kendaraannya hilang, tapi setelah dihubungi pihak kepolisian, akhirnya kendaraannya diambil lagi oleh pemiliknya," ujarnya.

Lalu Bagaimana Tarif Parkirnya ?

Kuswardoyo mengatakan, tarif tiket terus berlaku bagi pemilik kendaraan yang terparkir hingga tahunan di stasiun. Namun, pada kasus tertentu, pemilik kendaraan atau keluarganya bisa membuat berita acara.

"Membuat berita acara, kemudian apa alasannya sehingga kendaraannya tak diambil-ambil. Kalau memang sengaja harus (membayar full) tetapi kalau dalam kasus misal orangnya meninggal tetap ada biaya bagi ahli waris, tetapi jumlahnya tidak sebesar tarif normal," katanya.

Simak juga 'Motor Berpelat Bodong Masuk Tol Jagorawi':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mud)